Ganjar Harap Penerapan Hukuman Mati Koruptor Dibahas Mendalam

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Liputan6.com)

SEMARANG, HALUAN.CO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menilai, rencana penerapan hukuman mati koruptor harus dibahas secara matang. Sebab tujuan hukuman ini memang benar-benar memberikan efek jera.

"Paling penting bagi saya yakni proses pembahasan di dewan, kemudian mendengarkan seluruh aspirasi pakar," kata Ganjar di Semarang Jateng, Selasa (10/12/2019).

Dia menyebut, wacana mengenai hukuman mati bagi koruptor bukanlah hal baru, sebab beberapa kali sudah pernah disampaikan sejumlah pihak sebagai wujud kejengkelan masyarakat.

Selain itu, hukuman mati bagi koruptor sudah ada dalam pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, tapi selama ini belum pernah diterapkan.

"Pada pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tipikor," ujar dia.

Terkait dengan rencana penerapan hukuman mati tersebut, kata dia, masih banyak perbedaan pendapat seperti ada pihak yang berbicara dari sisi hak asasi manusia dan menolak hukuman mati.

"Ada yang minta dimiskinkan saja, namun ada pula yang meminta hukuman mati," ujar dia.

Ganjar berharap dalam penentuan keputusan, penerapan hukuman mati bagi koruptor bisa melibatkan banyak pihak seperti pakar, budayawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

"Agar kemudian efek jeranya bisa diberikan, sekaligus pendidikan dan perbaikan sistem bisa berjalan," ujarnya pula.


0 Komentar