Gara-gara Ini, Massa Solidaritas Muslim Bakal Kepung Kedubes China di Indonesia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Konferensi pers sejumlah tokoh agama terkait Muslim Uighur. (Foto: Haluan/Tio)

-

AA

+

Gara-gara Ini, Massa Solidaritas Muslim Bakal Kepung Kedubes China di Indonesia

Nasional | Jakarta

Jumat, 20 Desember 2019 18:17 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sejumlah tokoh, ulama, habaib dan Ormas Islam di Indonesia, berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Jakarta, pada Jumat (27/12/2019).

Aksi tersebut dalam rangka merespons serta mengutuk atas dugaan pelanggaran HAM dilakukan pemerintah Cina kepada muslim Uighur di Xianjiang.

"Kita akan melakukan Aksi Nasional di depan Kedubes Cina atau Tiongkok pada hari Jum’at, 27 Desember 2019, Pukul 13.00, ba’da salat Jum’at,” kata Ketua Umum FPI, Ahmad Sobri Lubis dalam jumpa pers di kediaman KH Fachrurozi Ishaq, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019)

Menurut Sobri, tindakan pemerintah China terhadap etnis Uighur sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa lagi ditoleransi.

Bagi Sobri, perampasan HAM umat Islam Uighur di wilayah Xianjiang sudah sangat keterlaluan. Apalagi, berkata China juga menggunakan dalih de-ekstrimifikasi dan melawan radikalisme untuk merenggut HAM dan hak asasi beribadah, ekonomi, sosial, politik, dan budaya etnis Uighur.

Dikatakan Sobri, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, bahwa muslim Uighur di China dilarang memiliki dan membaca Alquran. Mereka, juga mewajibkan muslim Uighur mengikuti kamp re-edukasi.

"Yang sebenarnya adalah penahanan semena-mena tanpa proses hukum yang adil sesuai standar internasional," tegasnya.

Selain itu, lanjut Sobri, para pria etnis Uighur yang mendekam di kamp re-edukasi juga dipaksa menerima orang asing non-muslim untuk tinggal satu atap degan keluarga atau istrinya. Bila menolak, pria Uighur itu akan dituduh sebagai ekatrim radikal.

Efeknya, mereka akan dijebloskan ke dalam kamp re-edukasi yang menurut beberapa laporan LSM HAM internasional justru tempat di mana banyak penyiksaan serta pelecehan seksual terjadi.

Lebih lanjut, Sobri juga menyampaikan bahwa pihaknya menutut pemerintah Indonesia untuk proaktif dalam membantu dan mengurusi masalah pelanggaran HAM yang dialami muslim Uighur.

"Ini harus serius. Karena ini pelanggaran HAM berat," tudingya.

Sebagai negara terbesar yang dihuni umat Islam, dia berkata Indonesia berkewajiban untuk turut serta dalam menjaga ketertiban dunia. Dia meminta Indonesia tidak menolak utusan dari Uighur yang ingin meminta bantuan dari pemerintah Indonesia.

"Ini enggak masuk diakal. Justru dengan kejadian ini (menolak Uighur) menampakkan bahwasannya pemerintah Indonesia sangat-sangat lemah dalam menangani kasus pelanggaran HAM berat yang dialami oleh jutaan orang Muslim Uighur di Xianjiang," ujarnya.

Lebih dari itu, Sobri mengaku tidak dapat memastikan jumlah peserta yang hadir. Akan tetapi, kawasan di depan Kedubes China akan dipadati oleh umat Islam yang peduli dengan nasib etnis Uighur.


0 Komentar