Gara-gara Tidur Mendengkur, Bule Belanda Bunuh Teman Kencannya
Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin sedangkan menyampaikan keterangan pers terkait kasus pembunuhan dilakukan bule asal Belanda. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI, HALUAN.CO - Hanya gara-gara tidur mendengkur, seorang bule asal Belanda membunuh wanita yang menjadi teman kencannya.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah si bule Hendrik Tibboel (HT), 56 tahun di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/12/2019).

Sedangkan korban Nur Hofiani (42), warga warga Jalan Citarum, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi.

Antara pelaku dan korban berhubungan dekat. Keduanya pernah menikah tahun 1014 dan berpisah tahun 2016. Meski telah berpisah, mereka tetap berhubungan dekat.

Malam itu, Nur Hofiani tidur di rumah HT. Suara dengkur Hur mengganggu HT yang sedang menonton televisi. HT mencoba membangunankan Nur tapi tetap saja mendengkur.

"Jadi saat tersangka menonton televisi, korban tidur mendengkur di sebelahnya. Saat dibangunkan agar tidak mendengkur, korban tidak kunjung bangun," jelas Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (24/12/2019), dilansir Jatimnow.

Tersangka kemudian menenggak minuman keras serta obat-obatan. Diduga terpengaruh minuman beralkohol tersebut, tersangka emosinya memuncak dan menjerat leher korban dengan kabel charger.

"Selain itu, tersangka juga mengaku jengkel lantaran korban sering meminjam uang kepada dirinya, sehingga sering terjadi pertengkaran," terangnya.

Selesai membunuh Nur, HT meminta bantuan tetangganya untuk diantar ke RSUD Blambangan.

Dalam perjalanan, HT mengaku telah membunuh seseorang. Informasi ini, lanjutnya, langsung disampaikan kepada polisi.

"Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang di salah satu kamar rumah pelaku. Korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Blambangan," ujarnya.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Setelah mengamankan pelaku dan mengevakuasi jasad korban, polisi melakukan olah TKP.

Barang bukti yang diamankan berupa baju pelaku yang diduga digunakan untuk membunuh korban, minuman bersoda, kabel charger, obat-obatan, dan barang bukti lainnya.

Tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang tidak direncanakan.

Terkait status kewarganegaraan HT, lanjut Arman, penyidik akan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Belanda.

"Karena status kewarganegaraan tersangka Belanda, kita akan berkoordinasi dengan Konsulat Jendral Belanda bahwa ada warga negaranya terjerat kasus hukum," jelasnya.