Gedung DPR Layak untuk Tempat Menginap Tenaga Medis?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi Gedung DPR/MPR RI. (FOTO: Kompas)

-

AA

+

Gedung DPR Layak untuk Tempat Menginap Tenaga Medis?

Nasional | Jakarta

Selasa, 28 April 2020 14:30 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Dinas Pendidikan telah menetapkan sejumlah gedung sekolah untuk tempat menginap atau istirahat tenaga medis selama pandemi COVID-19. Dari mulai gedung SD hingga SMA digunakan.

Namun muncul juga usulan di kalangan warganet agar Gedung DPR RI yang sangat luas dan memiliki gedung terbuka dari Nusantara I hingga Nusantara V dan Gedung Kura-kura juga dimanfaatkan secara maksimal. Toh, selama pandemi ini gedung yang secara kebersihan terjamin, fasilitas toilet yang banyak sangat mendukung bagi ratusan atau mungkin ribuan tenaga medis.

Bahkan ada usulan juga sebelumnya dari anggota DPR, Gedung Rakyat tersebut cocok untuk merawat pasien corona. Ruangan yang banyak terbuka dan lapangan yang luas sangat cocok untuk merawat pasien dalam kategori ringan.

Mengapa ini penting: Petugas kesehatan yang adalah pahlawan yang berjuang melawan COVID-19. Sehingga, segala fasilitas yang terbaik harus diberikan oleh pemerintah kepada para tenaga medis tersebut, termasuk tempat tinggal mereka. Selain itu, alat pelindung diri juga harus dipenuhi oleh pemerintah untuk memastikan keselamatan para tenaga medis tersebut.

"Gedung DPR termasuk milik rakyat. Sebelum ini saya mengusulkan gunakan hotel-hotel milik pemeritah atau BUMN dan BUMD karena itu lebih sesuai," kata anggota DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera kepada Haluan.co, Selasa (28/4/2020).

Konteks: Pasien positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap hari. Per Senin (27/4/2020), sudah ada 9.096 kasus positif di Indonesia. Untuk itu segala sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah harus siap digunakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, termasuk fasilitas untuk para tenaga medis.

"Gedung DPR tidak dilengkapi tempat tidur dan fasilitas kamar mandi bersama dan kebanyakan bentuknya toilet. Karena selama ini memang tidak untuk menginap. Tapi jika semua sumber daya telah digunakan, jangankan Gedung DPR, Istana pun dapat digunakan untuk kepentingan rakyat. Karena semua memang milik rakyat, ada untuk rakyat," kata Mardani.

Gedung pemerintahan lebih ideal ketimbang sekolah:

• Gedung pemerintahan lebih tepat digunakan ketimbang gedung sekolah. Karena biasanya lokasi gedung sekolah berada di pemukiman, sehingga terlalu berbahaya.

• Gedung sekolah terlalu berisiko menimbulkan gesekan dengan masyarakat bila digunakan sebagai tempat para tenaga medis COVID-19 dan menimbulkan pro kontra.

• Gedung DPR menjadi salah satu opsi yang tepat. Apalagi letaknya strategis dan memiliki fasiltas lengkap serta lapangan terbuka.

“Saya rasa itu lebih layak daripada sekolah-sekolah SD itu karena repotnya kan kalau sekolah itu lebih banyak yang berkepentingan, terutama anak didik dan guru, kalau gedung DPR termasuk DPRD DKI juga bagus," kata pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah kepada Haluan.co.

Bagaimana dengan DPRD DKI:

• DPRD DKI bisa jadi contoh atau role model bagi daerah lain, sehingga penangan COVID-19 ini lebih terpadu, mudah diawasi, dan terkontrol.

• Gedung DPRD DKI di Kebon Sirih juga luas tempatnya dan memiliki fasilitas yang lengkap.

• Selain DPR RI dan DPRD DKI juga juga banyak gedung pertemuan milik Pemprov yang bisa dimanfaatkan. Apalagi gedung yang selama ini tidak dipakai.

"Saya rasa enggak ada kesulitan, persoalannya ada political will enggak? Kalau enggak ada kan susah juga. Intinya ada kemauan politik. Kalau ada ini prosedurnya lebih cepat," ujar Trubus.

Lebih dari 2.200 Orang Indonesia Wafat Akibat COVID-19, Datanya Ditutupi Pemerintah?

Gedung DPR dianggap berlebihan:

• Tidak perlu berlebihan menggunakan Gedung DPR untuk tempat istirahat tenaga medis. Karena masih banyak hotel yang bisa digunakan. Selain itu bisa menggunakan gedung sekolah terlebih dahulu.

• Penggunaan Gedung DPR akan memakan anggaran lagi karena harus direnovasi sesuai dengan kebutuhan untuk beristirahat para tenaga medis.

"Secara politis juga akan lebih banyak warnanya ketimbang pelayanan kesehatan. Lebih baik berdayakan, masih banyak fasilitas gedung sekolah dan lain-lain di DKI," kata Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, kepada Haluan.co.

Penulis: Tio Pirnando


0 Komentar