Gegara Isu Uighur, Klub Jerman Batalkan Proyek Akademi Sepakbola dengan China
Klub Jerman FC Köln (Foto: DWIndonesia)

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden FC Köln Werner Wolf memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek prestisius akademi sepak bola untuk para talenta muda di Shenyang, timur laut Cina dengan anggaran sebesar 1,8 juta Euro atau setara dengan 28 miliar rupiah. Namun rencana itu pun urung dilakukan.

"Kita memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut karena situasi industri olah raga saat ini," kata Wolf seperti dilansir DWIndonesia, belum lama ini.

Dia beralasan proyek tidak dilanjutkan karena masalah sponsor dan juga terkait sumber daya manusia. Namun alasan ini dibantah Stefan Mueller-Römer, mantan presiden klub dan ketua dewan penggemar. Dia mengatakan kepada surat kabar lokal Kölner Stadt-Anzeiger bahwa FC Köln tidak membutuhkan China dalam olahraga.

"Hak asasi manusia secara besar-besaran tidak dihargai di China," kata Mueller-Römer. Dia mengatakan negara itu telah membangun pengawasan total yang lebih buruk daripada yang bisa disampaikan penulis George Orwell.

Akademi ini sejatinya merupakan bagian dari kesepakatan 2016 antara pemerintah Jerman dan China dan akan berlanjut hingga 2021 dengan fokus pada transfer pengetahuan antara kedua negara.

"China ingin menyedot pengetahuan olahraga kami, seperti yang telah mereka lakukan dalam bisnis selama 20 tahun, karena beberapa pemimpin bisnis kami benar-benar naif," kata Mueller-Römer.

Dunia internasional telah berkali-kali mengeritik China karena mendirikan sejumlah fasilitas yang digambarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai tempat penahanan. Lebih sejuta warga Uighur dan warga muslim lainnya ditempatkan dalam tahanan. Sebaliknya, Beijing menyatakan, langkah itu harus diambil untuk mengatasi ancaman dari militan Islam.

Kamis (19/12/2019), pemerintah China menyanggah komentar Mueller-Römer. "Pernyataan yang dibuat oleh orang Jerman ini hanya omong kosong," kata Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Ketua Klub Wolf mengatakan komentar Mueller-Römer adalah pendapat pribadi yang tidak mencerminkan sikap tim. Keputusan Köln untuk membatalkan usaha China itu menyusul pernyataan pemain Arsenal asal Jerman, Mesut Özil yang mengecam keras tindakan keras China terhadap minoritas Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang.

Beijing menghadapi kecaman internasional karena membangun kamp di Xinjiang, yang menurut para kritikus sebagai tempat dilakukannya sinofikasi Islam, demi mendukung Partai Komunis yang berkuasa, dan mengintegrasikannya dengan budaya Han, etnis mayoritas di China.