Gegara Mengeluarkan Tangisan, Pohon Akasia di Jember Dirukiah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Warga mendengarkan suara pohon menangis di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Jember. (Foto: Detik)

-

AA

+

Gegara Mengeluarkan Tangisan, Pohon Akasia di Jember Dirukiah

Regional | Jakarta

Sabtu, 18 Januari 2020 19:33 WIB


JEMBER, HALUAN.CO - Masyarakat di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digegerkan dengan fenomena sebatang pohon akasia dikabarkan mengeluarkan suara tangisan.

Akibat fenomena itu, setiap harinya ratusan orang, dari pagi hingga malam, mendatangi lokasi. Warga dengan antusiasnya mendekatkan telinga ke batang pohon itu. Karena, suara tangisan dari pohon itu baru sangat jelas kedengarannya ketika telinga ditempelkan ke pohon tersebut.

Namun, ada juga yang warga ketakutan bahkan sampai merinding mendegar tangisan pohon itu. "Kemarin magrib, persis azan magrib, pohonnya mengeluarkan bunyi. Ada pengunjung dari desa sebelah sampai lari ketakutan. Soalnya katanya merinding," kata Mawardi, anggota keluarga pemilik pohon akasia menangis itu, Sabtu (18/1/2020).

Sebagian warga ada yang percaya bahwa di pohon setinggi 20 menter itu telah bersemayam makhluk halus. Bahkan ada empat orang yang merukiah pohon tersebut.

"Kalau ada yang mengatakan itu suara makhluk halus, saya tidak percaya seratus persen," kata Mawardi, dilansir dari Beritajatim.

Terkait fenomena itu, dosen biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, Wachyu Subhan, meminta masyarakat tak mudah percaya takhayul. Karena, di tempat-tempat lain fenomena ini ada dan sudah dipublikasi. "Ini bagian dari proses mengedukasi masyarakat,” katanya.

Wachyu mengatakan, fenomena seperti ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Munculnya suara dipohon itu dikarenakan adanya stres lingkungan.

"Maksudnya begini: sekarang dari musim kering ke hujan. Memungkinkan terjadinya absorbsi nutrient dari tanah masuk ke tanaman,” kata Wachyu.

"Ketika tumbuhan mengabsorbsi makanan yang banyak, terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Karena ada tekanan dari dalam ke luar, yang keluar adalah bahan-bahan sekresi. Bahan-bahan sekresi ini bisa keluar lewat lentisel atau lubang yang ada di batang. Di situ karena tekanan besar akan muncul suara terimpit yang kesannya seperti tangisan," tukasnya.


0 Komentar