Geger Ribuan Burung Gagak Terbang di Atas Kota Wuhan, Diduga Cari Mayat Korban Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ribuan burung gagak beterbangan di atas Kota Wuhan, China. (FOTO: Istimewa)

-

AA

+

Geger Ribuan Burung Gagak Terbang di Atas Kota Wuhan, Diduga Cari Mayat Korban Corona

International | Jakarta

Kamis, 13 Februari 2020 13:35 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Seiring mewabahnya virus corona baru yang bernama COVID-19, Kota Wuhan kembali digegerkan dengan munculnya ribuan burung gagak yang terbang di atas kota tersebut.

Kemunculan burung-burung itu diduga berkaitan dengan banyaknya mayat akibat menjadi korban dari ganasnya virus tersebut.

Dilansir dari Daily Star pada Rabu (12/2/2020), ribuan burung gagak terlihat terbang berkerumun di langit kota Wuhan. Kehadiran mereka menambah kekhawatiran warga yang ada di kota tersebut.

Seperti diketahui, dalam budaya China, gagak sering melambangkan nasib buruk dan simbol kematian yang banyak diyakini oleh orang-orang di negeri Tirai Bambu tersebut.

Rekaman video kemunculan ribuan burung gagak itu diyakini diambil oleh warga penduduk Wuhan dari dalam kota China. Burung-burung itu nampak terbang di sekitar jalan-jalan kosong.

Sebagian warga meyakini, ribuan burung gagak itu muncul untuk memakan abu mayat yang jatuh ke tanah. Namun, ada juga yang menganggap jika mereka memakan serangga atau hewan yang mati karena bahan kimia yang disemprotkan di jalan.

Meski begitu, belum ada konfirmasi dari pihak terkait atas kemunculan burung-burung tersebut. Namun, masyarakat China meyakini bahwa gagak adalah sebagai simbol kematian dalam budaya mereka.

Waspada! Kelelawar di Indonesia Juga Bisa Menularkan Virus Corona Begini Penjelasan Ahli

Pandangan bahwa kemunculan ribuan burung gagak untuk mencari sisa abu mayat adalah karena adanya laporan bahwa krematorium China bekerja 24 jam untuk membakar mayat yang terbunuh oleh virus korona.

Bahkan, salah seorang pekerjanya mengatakan sendiri jika mereka dipekerjakan seharian tanpa berhenti untuk mengkremasi mayat-mayat korban virus corona.


0 Komentar