Gerindra Soroti Dinas Luar Negeri Gubernur Sumbar, Bagaimana Respons Kemendagri?
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - DPD Partai Gerindra Sumatera Barat menyoroti Gubernur Irwan Prayitno yang dianggap sering melalukan kunjungan ke luar negeri. Bahkan, Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, memerintahkan anggotanya di DPRD untuk menginisiasi hak interpelasi terhadap Irwan.

Gerindra meminta anggota fraksinya di DPRD Sumbar untuk menginisiasi hak interpelasi lantaran menganggap Gubernur Irwan terlalu sering ke luar negeri tanpa membawa hasil untuk masyarakat di provinsi tersebut.

Lalu bagaimana tanggapan Kemendagri?

"Pastinya kita evaluasi nanti perjalanan dinas kepala daerah yang ke luar negeri itu kita evaluasi," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Akmal memastikan, Kemendagri akan melihat sejumlah kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh kepala daerah. Bila memang tidak bermanfaat, kata Akmal, maka bisa jadi nanti pihaknya tidak memberikan izin lagi kepada kepala daerah tersebut untuk melakukan dinas luar negeri.

"Apabila perjalanan itu ternyata tidak menghasilkan sesuai dengan tujuannya, ya pasti ke depannya akan kita perketat izinnya. Diperketat artinya tidak dikasih izin lagi," ujarnya.

Untuk itu, ungkap Akmal, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap sejumlah kunjungan luar negeri kepala daerah.

"Makanya kita evaluasi dulu," ungkap Akmal.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, meminta kepada para anggota fraksinya di DPRD untuk menginisiasi hak interpelasi kepada Gubernur Irwan Prayitno.

Menurut dia, masyarakat Sumbar sudah mulai resah dengan Irwan yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri menggunakan dana APBD. Apalagi, menurutnya, hampir tiap bulan orang nomor satu di Sumbar itu bepergian ke luar negeri.

Menurut Andre, kunjungan ke luar negeri yang dilakukan tiap bulan oleh Gubernur Irwan itu sama sekali tidak ada hasilnya untuk masyarakat Sumbar.

"Katanya mencari dan menjaring investor dari luar negeri, tapi sampai sekarang enggak ada investornya yang bisa dibawa ke Sumatera Barat. Manfaatnya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat," kata Andre.