Gubernur Jambi Laporkan Penanganan Covid-19 kepada Doni Monardo
Gubernur Jambi Fachrori Umar saat mengikuti rapat online melalui video telekonferensi (Foto: Budi Harto)

JAKARTA, HALUAN.CO - Gubernur Jambi Fachrori Umar mengikuti rapat secara online melalui video telekonferensi bersama Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Rabu (22/4/2020).

Mengapa ini penting: Dalam rapat tersebut Gubernur Jambi Fachrori Umar melaporkan kondisi terkini terhadap perkembangan dan penanganan serta pencegahan Covid-19 di Provinsi Jambi.

Konteks: Jumlah kasus positif di Jambi perlahan-lahan mulai ada peningkatan, dengan ditemukannya kasus COVID-19 pada jamaah tablig yang mengikuti pertemuan tabliq akbar Ijtima Asia di Gowa, Sulawesi Selatan. Jamaah yang belum diketahui positif COVID-19, dilakukan isolasi dan dimasukkan ke dalam orang dalam pemantauan (ODP).

Apa katanya: "Secara keseluruhan pasien di Jambi diharapkan terus membaik, serta harapan semua dapat saling membantu hadapi wabah ini," ujar Fachrori Umar, Gubernur Jambi, Rabu (22/4/2020).

⦁ Jumlah ODP sebanyak 366, pasien dalam pengawasan (PDP) 39 orang dan dalam uji labor sebanyak 13 orang.

⦁ Pasien yang terkonformasi positif COVID-19 sebanyak 13 orang dan 1 orang diantaranya dinyatakan sembuh.

⦁ Pasien lain saat ini tengah menjalani masih menjalani perawatan di beberapa RSUD yang ada di Jambi.

⦁ Pemprov Jambi berharap tidak ada penambahan data ODP, PDP dan pasien terkonformasi positif.

Sumsel Nihil Kasus Baru Positif COVID-19 Tiga Hari Terakhir, Ternyata Ini Penyebabnya

Pemeriksaan di perbatasan: Pemprov Jambi untuk menekan peningkatan dan penyebaran COVID-19 di Jambi dengan melakukan pemeriksaan di perbatasan wilayah dengan provinsi lain seperti perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat. Di perbatasan tersebut yang berada di kabupaten//kota di Jambi itu didirikan pos terpadu yang akan melakukan pemeriksaan akses keluar dan masuk ke Jambi.

Bagaimana selanjutnya: "Perkuat pemeriksaan orang di batas wilayah, sebagai bagian upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, sedangkan ketersediaan 5.000 APD siap digunakan bagi daerah atau rumah sakit yang memerlukan, serta rumah sakit rujukan corona juga telah disiapkan," ungkap Fachrori Umar.


0 Komentar