Gugum Gumbira, Maestro Jaipong dan Manajer Persib Tutup Usia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Maestro Tari Jaipong Gugum Gumbira. (Foto: Pikiran Rakyat)

BANDUNG, HALUAN.CO - Maestro Tari Jaipong, yang juga dikenal sebagai Manajer Persib Bandung 2001-2003, Gugum Gumbira Tirasondjaja tutup usia pada Sabtu, sekitar pukul 01.55 WIB, di Rumah Sakit Santosa Bandung. Gugum meninggal dunia pada usia 74 tahun

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang Maestro Tari Jaipongan, Gugum Gumbira Tirasondjaja di RS Santosa Bandung, Sabtu, 4 Januari 2020 sekitar pukul 01.55 WIB," demikian tulis pesan berantai yang diterima wartawan, dilansir dari Viva, Sabtu (4/1/2020).

Pesan itu juga menyebutkan bahwa Gugum meninggal lantaran sakit yang dideritanya sejak lama. Sebelumnya, Gugun sempat dirawat di RS Santosa sejak beberapa hari lalu.

Jenazah Gugum kini telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Pada Ulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Gugum merupakan peraih Satya Lencana Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia karena karya tarian Jaipongan ciptaannya.

Sosok Gugun sempat menjadi perhatian memperkenalkan Jaipong dan karena menjadi manajer Persib Bandung.

Saat itu, Persib Bandung masih berstatus amatir dan masih didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Ketika itu, Ketua Umum Persib dipegang oleh Wali Kota Bandung, Aa Tarmana.

Salah satu momen di era Gugum Gumbira yaitu terhindarnya Persib dari degradasi pada Ligina IX. Saat itu Persib terpaksa masuk ke babak playoff.

Kemudian, pada pertengahan musim, PSSI sudah mengubah aturan tim yang terdegradasi dari 6 menjadi 4 tim. Dua tim yang menempati peringkat 15 dan 16 masih diberi kesempatan melalui babak play-off dengan peringkat dua tim Divisi II di Stadion Manahan Solo, untuk memperebutkan dua tiket di Divisi Utama.

Ada kabar, diadakannya babak play-off ini merupakan salah satu upaya PSSI untuk menyelamatkan Persib dari ancaman degradasi. Isu tersebut tentu saja dibantah oleh Trie Goestoro, Sekjen PSSI ketika itu.

Setelah memainkan tiga partai play-off, Persib akhirnya selamat dari aib besar terlempar ke Divisi I seperti yang pernah terjadi pada tahun 1978. Persib lolos dari degradasi setelah mencatat kemenangan 1-0 atas Persela Lamongan dan PSIM Yogyakarta serta bermain imbang 4-4 dengan Perseden Denpasar.

Usai menang 1-0 melawan PSIM, Gugum sempat meneteskan air mata. Ia memeluk satu per satu para pemain Persib.

Gugum juga dikenal sebagai tokoh seni tari dan karawitan Jawa Barat. Selain menciptakan atau menjadi koreografer tari jaipongan pada 1970-an, Gugum menggubah tembang-tembang Sunda seperti Cianjuran. Sebagian untuk lagu tarian Jaipongan. Puluhan karya tari dan musiknya tercipta bersama Grup Jugala yang dibentuk sejak 1976.

Gugum juga mengembangkan ansambel gamelan untuk bisa tampil menonjol dan tidak hanya melayani atau mengiringi tarian. Gubahannya turut melahirkan banyak juru kawih dan pemain kendang atau gendang.


0 Komentar