Haddad Alwi Diusir dan Dituduh Syiah, PBNU Akan Lapor Polisi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Haddad Alwi di Maulid Kebangsaan PP Fatayat NU (FOTO: NU Online)

JAKARTA, HALUAN.CO - Nahdlatul Ulama bereaksi keras terhadap insiden pengusiran penyanyi religi, Haddad Alwi, oleh sekelompok orang dan ormas di Sukabumi, Jawa Barat, saat menyampaikan ceramah.

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, menegaskan, pihaknya mengutuk keras insiden pengusiran Haddad Alwi di acara haul ke-8 Habib Abdullah bin Zein Alatas tersebut.

"NU memberikan pembelaan advokasi kepada Haddad Alwi. Kami mengutuk keras," tegas Helmy, Jumat (20/12/2019) malam.

Tak hanya itu, Helmy juga akan melaporkan insiden pengusiran dan tuduhan Syiah terhadap Haddad Alwi itu kepada pihak kepolisian. Menurutnya, tuduhan itu tidak dapat dibenarkan dan telah masuk ke ranah hukum.

"Kita (akan) melaporkan kepada polisi. Tentunya bisa melalui Polres Sukabumi. Sedang diurus. Saya sudah komunikasi dengan Haddad Alwi barusan," kata Helmy.

Sementara itu, pengacara Haddad Alwi, Muannas Alaidid, menjelaskan, peristiwa persekusi terhadap kliennya itu terjadi pada 16 Desember 2019. Saat itu, Haddad Alwi diundang untuk membacakan selawat.

“Sebetulnya, (Haddad Alwi) hanya membacakan selawat, bukan mengisi ceramah saat berada di Sukabumi, 16 Desember 2019, di mana tiba-tiba diturunkan paksa dalam acara itu,” kata Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Muannas meminta aparat kepolisian turun tangan. Dirinya yang juga sebagai pelapor di kasus Buni Yani dan Jonru serta Ratna Sarumpaet itu meminta polisi mengusut pelaku persekusi itu.

Muannas juga menduga, ada provokator di balik persekusi tersebut.

"Bisa jadi ada gerakan kelompok yang anti-selawat yang merupakan kelompok intoleran, sebagaimana kita tahu intoleransi di Jabar sangat tinggi, kita harus tegas melawan kelompok-kelompok Intoleran ini,” tandasnya.


0 Komentar