Haedar Nashir: Jangan Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (FOTO: Tempo)

-

AA

+

Haedar Nashir: Jangan Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Nasional | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 15:50 WIB


YOGYAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta masyarakat untuk tidak menolak penguburan jenazah pasien positif Covid-19 di lingkungannya.

Jika memang sudah ditetapkan oleh otoritas setempat untuk dikuburkan di lokasi tertentu sesuai protokol kesehatan, kata Haedar, maka masyarakat tidak boleh menolaknya.

"Apalagi sampai meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali dan dipindahkan," kata Haedar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2020).

Haedar sendiri menyayangkan adanya penolakan jenazah pasien Covid-19 di sejumlah daerah.

Padahal, menurut dia, jenazah pasien Covid-19 itu adalah juga sesama saudara yang harus mendapatkan penghormatan dari masyarakat.

Dia menjelaskan, Majelis Tarjih Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa orang yang meninggal dunia karena Covid-19 mendapatkan pahala seperti orang mati syahid.

Adapun syaratnya, mereka telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobat penyakit tersebut.

Terkait dengan pasien Covid-19 yang menjalani masa karantina di rumahnya masing-masing, Haedar juga meminta masyarakat menghormatinya. Jangan sampai, kata dia, mereka didiskriminasi dan ditolak oleh warga setempat.

Haedar pun meminta kepada aparat untuk bisa membantu mencegah terjadinya penolakan-penolakan dari warga terhadap pasien terkait Covid-19.

"Aparat setempat agar dengan bijak memahamkan warga dan jangan ada yang ikut-ikutan menolak," ujarnya.

Dokter RSUP Persahabatan: Semua Orang Indonesia ODP Covid-19

Tokoh agama dan masyarakat, ungkap Haedar, juga memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menolak pasien Covid-19.

Bisa jadi, menurut dia, masyarakat menolak karena terlalu panik dan belum mengerti terkait pola penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 tersebut.

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam memperlakukan pasien Covid-19. Hal itu, menurutnya, justru tidak mencerminkan keluhuran budi masyarakat Indonesia.

"Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia," katanya.


0 Komentar