Hampir 1.500 Orang Tewas dan 60.000 Terinfeksi Virus Corona di China
Ilustrasi virus corona. (Foto: Ist)

BEIJING, HALUAN.CO - Komisi Kesehatan Nasional China, Jumat (14/2/2020) melaporkan, korban tewas akibat wabah virus corona COVID-19 naik 121 di China daratan.

Sebagian besar kematian berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei yang merupakan tempat asal mulai mewabahnya virus tersebut.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Hubei seperti dilansir Channelnewsasia, ada 116 kematian baru di provinsi itu, termasuk 88 di Wuhan.

Sebanyak 5.090 kasus lainnya telah terdeteksi, termasuk 4.823 di Hubei. Lebih dari empat perlima kasus baru provinsi itu ada di Wuhan.

Di samping itu, Dinkes Hubei menyatakan kemarin tercatat ada 4.823 orang yang positif virus corona. Hal itu membuat jumlah penduduk setempat yang terinfeksi saat ini mencapai 51.986 orang.

Sebanyak 36.719 orang penduduk Hubei saat ini dirawat di rumah sakit, termasuk 1.685 orang yang dalam kondisi kritis. Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 4.131 orang.

Dengan laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Nasional China itu, jumlah total kematian di Negeri Tirai Bambu itu disebabkan virus corona hampir 1.500 orang dengan lebih dari 60.000 orang terinfeksi.

Jumlah itu menurun tajam dari hari sebelumnya, ketika perubahan dalam metode mendiagnosis pasien menyebabkan lonjakan rekor.

Angka kematian meningkat lebih dari 240 pada hari Kamis, dengan hampir 15.000 kasus baru, memicu kekhawatiran bahwa epidemi jauh lebih buruk daripada yang dilaporkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bergerak untuk menenangkan ketakutan, mengatakan angka-angka baru itu tidak mewakili perubahan signifikan dalam lintasan wabah.

Tetapi Adam Kamradt-Scott, seorang ahli penyakit menular di Pusat Studi Keamanan Internasional di Universitas Sydney, mengatakan angka-angka baru tidak memberikan indikasi wabah mendekati puncak.

"Berdasarkan tren saat ini dalam kasus yang dikonfirmasi, ini tampaknya menjadi indikasi yang jelas bahwa sementara pihak berwenang China melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona," ujarnya.

"Langkah-langkah yang cukup drastis yang telah mereka implementasikan hingga saat ini akan dilakukan tampaknya sudah terlalu sedikit, sudah terlambat, "katanya.

WHO Belum Bisa Prediksi Akhir Epidemi Corona di China