Hanya Apotik dan Penjual Kebutuhan Pokok Boleh Buka Selama PSBB di Sumbar

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Masjid Raya Sumbar di Kota Padang. (Foto: Antara)

-

AA

+

Hanya Apotik dan Penjual Kebutuhan Pokok Boleh Buka Selama PSBB di Sumbar

Regional | Jakarta

Minggu, 19 April 2020 10:55 WIB


PADANG, HALUAN.CO - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sedang menyiapkan regulasi dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan mulai diterapkan tanggal 22 April 2020.

Mengapa ini penting: Tanpa diikuti dengan regulasi yang jelas dan tegas maka penerapan PSBB itu tidak berhasil dengan maksimal dalam memutus rantai penyebaran virus coron atau COVID-19.

Konteks: Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/260/2020 tentang penerapan PSBB di Sumbar. Keputusan Menkes itu diterbitkan tanggal 17 April lalu.

Apa katanya: "PSBB diberlakukan sesuai panduan dan aturannya untuk menutup semua tempat wisata. Yang dibolehkan hanya yang menjual kebutuhan hidup dan apotek," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Sabtu (18/4/2020).

Persiapan yang dilakukan:

• Melakukan sosialisai kepada masayarskat terkaitan penerapan PSBB tersebut. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, media massa, billboard di seluruh Sumbar, termasuk di daerah perbatasan.

• Menerbitkan regulasi terkait hotel, restoran, mal, tempat pemberlanjaan serta Organda. Pihak-pihak tersebut akan disurati terkait pemberlakuan kebijakan PSBB.

• Melibatkan seluruh kota dan kabupaten di Sumbar dalam penerapan PSBB ini.

"Hari Senin kita rapat finalisasi dengan bupati dan wali kota tentang konsep pelaksanaan kegiatan PSBB ini," kata Irwan.

Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat meminta Pemprov Sumbar untuk segera mensosialisasikan PSBB sampai pada level paling bawah dan menggunakan semua platform media komunikasi.

Ombudsman menilai sosialisasi dan edukasi berbasis rumah ibadah lebih efektif. Perangkat rukun tetangga (RT) hingga jorong bekerjasama dengan pengurus masjid atau musala.

Ruangguru Kantongi Rp200 Miliar Gelombang Pertama Kartu Prakerja

Kemudian mendorong pemerintah untuk menyiapkan berbagai protokol yang akan berhubungan dengan masyarakat.

“Meminimalisir sanksi pada penerapan. Karena pendekatan yang humanis dengan kemampuan komunikasi asertif menjadi hal penting,” kata Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi, Sabtu (18/04/2020).

Data kasus COVID-19: Terkonfirmasi positif hingga Minggu (19/4/2020) tercata 71 orang dengan rincian 16 dirawat, 35 isolasi mandiri, 13 sembuh dan 7 orang meninggal.


0 Komentar