Harapan Novel ke Kabareskrim Baru: Semoga Punya Keseriusan dan Keberanian
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. (FOTO: Merdeka.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah menunjuk secara resmi Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Bareskrim Polri yang baru. Penunjukan Kabareskrim baru itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019. 

Menanggapi itu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan pun menaruh harapan kepada Listyo Sigit. Dirinya berharap, Listyo mempunyai keberanian untuk mengungkap kasus penyerangannya.

Novel menyampaikan hal itu saat menghadiri Anti-Corruption Film Festival 2019 (ACFFest) atau Festival Film Antikorupsi 2019 sebagai rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

"Semoga Pak Sigit juga punya keseriusan dan keberanian," kata Novel.

Menurut Novel, keberanian dan keseriusan dibutuhkan oleh seorang Kabareskrim untuk mengusut tuntas kasus penyerangan air keras terhadap dirinya. Apalagi, menurut Novel, dirinya menduga bahwa pelaku bukan lah orang biasa.

"Tentunya masalah ini kan memang saya duga ada keterkaitan dengan orangnya cukup besar, tetapi tidak boleh terus karena hanya masalah itu kita menyalahkan sisi kepentingan kemanusiaan, kepentingan peradaban, kepentingan membela bangsa dan negara," ujarnya.

Novel mengaku belum mengetahui terkait adanya informasi bahwa Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis terkait perkembangan kasusnya pada Senin (9/12/2019).

"Saya pastinya tidak tahu, cuma setelah empat kali diberi waktu sama Pak Presiden masa iya perintah Presiden diabaikan, kan keterlaluan," ungkap dia.

Tak hanya dirinya, Novel juga berharap kasus-kasus penyerangan terhadap pegawai KPK lainnya dapat terungkap. Menurutnya, orang yang berjuang dalam upaya pemberantasan korupsi jangan sampai mendapatkan serangan.

"Siapa tahu ada keterkaitan karena tidak boleh dibiarkan orang yang berjuang memberantas korupsi terus malah diserang, dan kemudian perkaranya ditutupi," tandasnya.


0 Komentar