Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Imbas Ketegangan AS-Iran
Harga minyak dunia berpotensi naik seiring memanasnya AS-Iran. (FOTO: AFP)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi meningkatkan harga minyak dunia. 

"Bagi Indonesia, tentu kita akan melihat di satu pihak perbedaan antara palm oil dan gasoiln jadi menyempit," kata Airlangga dilansir dari Antara di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Airlangga melanjutkan, memanasnya geopolitik di Timur Tengah itu akan menimbulkan konsekuensi terhadap perbedaan harga minyak di pasaran. Meski begitu, menurutnya, pemerintah akan terus memantau situasi dan perkembangan lanjutan di kawasan Timur Tengah tersebut.

Sementara itu, serangan balik Iran ke basis militer AS memicu melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Rabu pagi, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah seiring serangan balik Iran ke basis militer AS di Irak.

IHSG dibuka melemah 30,9 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.248,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,54 poin atau 0,74 persen menjadi 1.007,1.

Sebelumnya, Iran menggempur pangkalan udara Irak al Asad yang menampung pasukan Amerika Serikat, beberapa jam seusai pemakaman komandan militer Iran Qassem Soleimani, pada Rabu (8/1/2020).

Imbas Ketegangan Iran-AS, Filipina Evakuasi Warganya dari Irak

Seperti diketahui, Jenderal Qassem Soleimani tewas dalam serangan pesawat nirawak AS di Baghdad. Kematiannya itu pun meningkatkan kekhawatiran perang yang lebih luas di Timur Tengah.