Hari Ini, 71 Tahun yang Lalu, Pemerintahan Indonesia Dipindahkan ke Bukittinggi

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Inilah Pemerintahan Darurat yang dipimpin Syafroedin Prawiranegara 22 Desember 1948- 13 Juli 1949. (Ilustrasi: Istimewa)

BUKITTINGGI, HALUAN.CO - Ketika para elite negeri ini tengah sibuk dengan rencana membangun Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. Sebagian elite lain mungkin lupa dengan peritiwa bersejarah hari ini. Lho, apa hubungannya?

Hari ini merupakan peringatan ke-13 Hari Bela Negara (HBN) sejak ditetapkan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Hari Besar Nasional. Penetapan tersebut dituangkan melalui Keputusan Presiden No.28 tahun 2006.

Belum banyak masyarakat Indonesia yang tahu bahwa pada tanggal yang sama 71 tahun yang lalu, tepatnya pada 19 Desember 1948, Sjafroeddin Prawiranegara mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatra Barat. Tujuannya untuk membela kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Saat itu, hanya tiga tahun setelah para pendiri bangsa berhasil memperjuangkan kemerdekaan, Yogyakarta yang saat itu sebagai ibu kota negara jatuh ke tangan Belanda. Sementara, para pemimpin seperti Soekarno, Hatta dan Syahrir diasingkan ke luar Jawa.

Untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka ditunjuklah Kota Bukitinggi sebagai Ibu Kota Negara Indonesia. Peristiwa itu dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dibentuk pada 19 Desember 1948 di Bukittingi oleh Sjafroeddin Prawiranegara.

PDRI berdiri selama 207 hari sampai tanggal 13 Juli 1949. Setelah situasi kondusif, Sjafroeddin Prawiranegara mengembalikan mandat kepada Soekarno. Beberapa bulan setelah itu, Belanda akhirnya mengaku secara penuh kedaulatan RI.

Dilansir dari Kemhan.go.id, peristiwa itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006. Bahkan, untuk mengenang sejarah perjuangan PDRI, pemerintah Republik Indonesia membangun Monumen Nasional Bela Negara di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI dengan area seluas 40 hektare. Tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Walikota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias saat upacara peringatan Hari Bela Negara ke 71 di Halaman Balaikota Bukittinggi, Kamis (19/12/2019) membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo yang isinya bahwa Hari Bela Negara yang biasa disingkat dengan sebutan HBN merupakan hari dimana para pahlawan dan pejuang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peristiwa tersebut terjadi pada saat-saat rawan setelah proklamasi kemerdekaan, yaitu pada saat agresi militer yang dilakukan oleh Belanda.


Penulis: Melda Riani


0 Komentar