Hari Ini dalam Sejarah, Wabah Flu Babi Muncul Pertama Kali pada 1976
Wabah flu pandemi menjadi penyakit yang mematikan sepanjang sejarah kehidupan di dunia. (FOTO: bbc.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dunia belakangan ini digemparkan dengan mewabahnya virus corona baru yang dinamakan 2019-nCoV di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Dari Wuhan, virus itu kemudian menyebar ke kota-kota lainnya di China hingga menyeberang ke sejumlah negara di dunia. 

Data terakhir yang dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China hingga hari ini, Rabu (5/2/2020) tercatat sebanyak 490 korban meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia.

Dikutip dari AFP, dalam sehari penyebaran virus corona di Provinsi Hubei, wilayah paling tinggi penyebarannya, dikonfirmasi bertambah 3.887 kasus baru. Di seluruh dunia penyebaran virus corona sejauh ini mencapai 24.324.

Dalam sehari, ada 65 orang di Provinsi Hubei meninggal akibat virus corona. Adapun total 479 kematian akibat virus phneumonia Wuhan di episenter penyebarannya.

Kemunculan penyakit baru memang selalu mewarnai kehidupan di sepanjang perjalanan sejarah dunia. Jauh sebelum kemunculan virus corona, ada flu babi yang muncul pertama kali pada 5 Februari 1976 di Amerika Serikat.

Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokan harinya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, tetapi rencana itu dibatalkan.

Flu babi adalah kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia.

Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.

Dilansir dari Kompas.com, Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa pandemi influenza A-H1N1 bergerak ke seluruh penjuru dunia dengan kecepatan luar biasa atau di luar perkiraan.

Flu babi juga masuk ke Indonesia melalui wisatawan yang pergi ke daerah-daerah terjangkit penyakit tersebut.

Wuhan China Seperti Kota Zombie, Warga Ambruk di Jalanan karena Virus

Dalam laporan Tempo pada November 2009 silam, para ahli kesehatan mengklaim bahwa virus flu babi dapat membunuh 40 ribu orang sepanjang jazirah Eropa dan akan berlanjut dengan penyebaran flu musiman yang juga akan membunuh manusia dengan angka yang sama.

Penyebaran virus flu babi diprediksi gabungan dari pandemik dan penyebaran virus flu musiman. Korban flu babi yang tewas dari 27 negara Uni Eropa hingga November 2009 telah ditemukan 389 orang, sejak April.

Korban tewas termasuk 154 orang Inggris, 73 orang dari Spanyol, 25 orang dari Italia dan 22 dari Prancis.

"Semua negara Eropa terimbas,” kata direktur ECDC Zsuzsanna Jakab.

Bagaimana tanda dan gejala flu babi?

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influenza ini mirip dengan influenza. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

Dalam mendiagnosa penyakit ini, tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat apakah jangkitan flu babi pada pasien yang didiagnosa penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang ditetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka.

Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.