Hari Pertama PSBB di Jakarta, Kendaraan dari Bekasi Sepi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kondisi lalu lintas menjelang gerbang Tol Bekasi Barat pada hari pertama PSBB di Jakarta. (Foto: Ist)

-

AA

+

Hari Pertama PSBB di Jakarta, Kendaraan dari Bekasi Sepi

Megapolitan | Jakarta

Jumat, 10 April 2020 17:06 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Hari ini, tanggal 10 Maret 2020 mulai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19.

Apa yang terjadi:

• Kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang akan menuju ke arah Jakarta melalui gerbang tol Bekasi Barat terpantau sepi dari hari-hari sebelumnya.

• Penurunan volume kendaraan itu berkemunkinan juga disebabkan karena hari ini merupakan libur nasional, yaitu Hari Raya Paskah.

Konteks:

• PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

• keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Apa katanya: "Kondisinya sepi. Anak buah saya memantau sejak jam lima subuh. Sepertinya efektif. Selain itu, mungkin karena hari ini, hari libur juga," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dadang Ginanjar Samsupraja, saat melakukan pemantauan di gerbang tol Bekasi Barat 1, Jumat (10/4/2020).

Apa dilakukan Bekasi terkait PSBB di DKI Jakarta:

• Dinas Perhubungan Kota Bekasi bersama pihak kepolisian dan Satpol PP melakukan pemantauan, sekaligus menghimbau pengguna kendaraan yang akan menuju ke Jakarta untuk mentaati kebijakan PSBB.

• Ada 10 titik gerbang utama masuk ke Jakarta dari Kota Bekasi yang dipantau, yaitu Pintu Tol Bekasi Barat 1 dan 2, Pintu Tol Bekasi Timur, Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi Timur, Terminal Bekasi, Pondok Gede, Jatisampurna Cibubur, Medansatria ke arah Pulogadung, dan di Bintara Kalimalang.

"Kami mengamati pengguna kendaraan pribadi yang akan ke Jakarta, mereka mayoritas sudah mematuhi kebijakan PSBB. Kayak itu mobil Kijang (minibus), itu ada 3 penumpang. Tapi kalau pun ada yang belum mematuhi kami hanya sekedar menghimbau. Kita memberi sanksi karena regulasinya belum keluar (dari kepolisian)," kata Dadang.

Pandangan lain:

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan permohonan PSBB yang diajukan sejumlah daerah terdampak COVID-19.

Regulasi yang Dikeluarkan Pemerintah Belum Berhasil Menekan Kasus Corona

Terutama kawasan penyangga Jakarta untuk menekan penyebaran COVID-19. Seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mempersiapkan Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kota Depok untuk menerapkan PSBB.

"PSBB ini mutlak memerlukan ketegasan dan skenario yang efektif untuk mengantispasi peningkatan penyebaran COVID-19 dan potensi arus pemudik menjelang Ramadan dan Lebaran," tegas politikus perempuan dari NasDem ini.


0 Komentar