Hari Pertama PSBB, Masih Ada Warga yang Belum Taati dan Berkerumun

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (Foto: NTMC Polri)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan masih ada warga yang belum menaati pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia juga menyebut masih ada masyarakat yang berkerumun, tapi jumlahnya sudah berkurang sejak Maklumat Kapolri diterbitkan tiga pekan lalu.

Mengapa ini penting; Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (10/4/2020) mulai menerapkan pemberlakukan PPSB untuk membatasi penyebaran COVID-19. Pada hari pertama belum ada penindakan secara hukum bagi yang tidak menaati PSBB. Polisi masih memilih cara persuasif untuk membubarkan kerumanan masyarakat.

Konteks: Pemberlakuaan PSBB masih ditemukan kerumunan masyarakat, namun jumlah sudah mulai berkurang. Pelanggaran PSBB pada hari pertama belum diberlakukan tindakan hukum.

"Ya pasti masih ada (yang belum menaati PSBB). Hari pertama, hari pertama. Jadi kita ingatkan terus dulu baik-baik, humanis, persuasif kita kedepankan. Kita harus imbau secara halus," ujar Yusri Yunus, Jumat (10/4/2020).

Pelanggaran yang terjadi:

  • Pelanggaran PSBB itu tidak hanya terjadi pada bidang transportasi, tapi juga menemukan adanya masyarakat yang berkerumun.
  • Jumlah pelanggaran tersebut sudah mulai berkurang, terutama pelanggaran karena membuat kerumunan.
Hari Pertama PSBB di Jakarta, Kendaraan dari Bekasi Sepi

Upaya untuk pembatasan: Polri bersama dengan aparat keamanan lainnya terus berpatroli untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di muka umum selama PSBB.

  • Hal Itu dilakukan dimulai dari tingkat Polda hingga ke Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Satpol PP di setiap daerah, terutama di daerah-daerah yang padat penduduk.

Masyarakat semakin sadar: Polda Metro Jaya menilai masyarakat semakin sadar bahwa penyebaran Covid-19 sudah sangat membahayakan. Sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami dan sadar diri untuk tidak melakukan kumpul-kumpul serta melaksanakan pembatasan fisik dengan baik.

"Harapan kita paling utama adalah masyarakat semakin sadar. Sadar bahwa penyebaran Covid-19 ini sudah sangat membahayakan kalau tidak masyarkaat sendiri yang mau sadar diri. Jangan kumpul-kumpul, physical distancing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Efektif pemberlakuan PSBB: DKI Jakarta sudah masuk PSBB mulai Jumat (10 April 2020) ini. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB, yang berisi 28 pasal. Anies menyatakan Pergub ini untuk memutus rantai virus corona COVID-19 berlaku selama 14 hari.

  • Pergub Nomor 33 Tahun 2020 memiliki pasal yang mengatur semua yang terkait dengan kegiatan di kota jakarta, baik kegiatan ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan.
  • Penetapan PSBB Jakarta tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang ditandatangani oleh Menkes RI Terawan Agus Putranto.

0 Komentar