Hasil Awal Uji Remdesivir: Banyak Pasien Covid-19 Alami Efek Samping

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Peneliti mengembangkan obat virus corona covid-19. (Foto: BBC Magazine)

-

AA

+

Hasil Awal Uji Remdesivir: Banyak Pasien Covid-19 Alami Efek Samping

Health | Jakarta

Jumat, 17 April 2020 13:36 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO – Beberapa waktu yang lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengajak para peneliti untuk segera menemukan obat yang cocok untuk mengatasi covid-19. Para peneliti di berbagai negara meresponnya dengan mempercepat pengujian beberapa obat ke manusia. Salah satunya, remdesivir.

Sebuah studi dari Gilead Sciences diterbitkan dalam New England Journal of Medicine melaporkan hasil awal dari penggunaan remdesivir. Diungkapkan, lebih dari setengah pasien dalam penelitian ini mengalami efek samping dari obat, seperti ruam dan diare hingga cedera ginjal akut.

Penelitian ini mengevaluasi respons 53 pasien yang diberi obat remdesivir berdasarkan pemakaian suka rela. Seluruh pasien tersebut berasal dari rumah sakit yang berbeda, yakni 22 rumah sakit di AS, 22 di Eropa dan Kanada, serta sembilan di Jepang, dikutip Kompas (15/4/2020).

Mengapa ini penting: Hampir empat bulan virus covid-19 menjadi pandemi, namun masih belum jelas mana obat yang tepat untuk mengatasinya. Para peneliti pun di seluruh dunia bekerja keras untuk segera menemukan obat paling cocok dalam mengatasi wabah ini.

Kondisi para pasien:

· Dari total 53 pasien, sebanyak 36 orang menunjukkan perbaikan klinis, sedangkan delapan pasien kondisinya memburuk. Tujuah pasien lainnya meninggal dunia.

· Pasien yang tidak memakai ventilator cenderung berada dalam kondisi lebih baik daripada yang tampa ventilator.

· Pada pengujian obat ini, semua pasien berada dalam kondisi serius yang memerlukan dukungan oksigen dan ventilasi mekanis.

· Semua pasien diberi obat dari sejak tanggal 25 Januari hingga 7 Maret 2020. Kondisi pasien pantau kurang lebih selama 18 hari.

Kesulitan peneliti: Dalam laporan tersebut diungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang menyulitkan para ahli untuk menyimpulkan hasil penelitian. Seperti jumlah pasien yang tergolong sedikit, durasi tindak lanjut yang singkat, dan kurangnya kelompok kontrol di mana orang hanya menerima plasebo, bukan obat aktif.

Bagaimana kelanjutannya: Sejumlah penelitian berskala besar masih berlangsung. Remdesivir diharapakan dapat memberi bukti yang lebih baik dalam mengobati covid-19 atau kegunaannya dalam mengobati penyakit tertentu.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar