Hasil Lab Dua PDP yang Meninggal di DIY Positif Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi positif corona. (Ist)

YOGYA, HALUAN.CO - Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 yang meninggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari lalu ternyata positif corona.

Juru bicara gugus penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih, Rabu (25/3/2020) menyebutkan, dari 11 penambahan kasus postif corona yang diumumkan pemerintah, hari ini, dua orang sudah meninggal dunia beberapa hari lalu.

Dijelaskan, PDP yang pertama meninggal adalah laki-laki berusia sekitar 73 tahun, meninggal hari Rabu (18/3/2020) dalam perawatan di RS Panembahan Senopati Bantul.

Laki-laki berusia sekitar 73 tahun tersebut merupakan warga Bekasi Jawa Barat yang sengaja berpindah perawatan ke Bantul.

Pasien kedua yang meninggal yang baru diketahui postif corona adalah Seorang pria 69 tahun warga Depok Sleman yang meninggal hari Sabtu (21/3/2020) di RS Bethesda Yogyakarta.

Pasien tersebut diketahui memiliki kontak dengan WNA dari New Zealand atau Selandia Baru sebelum mengalami sakit.

Dengan dinyatakannya kedua PDP tersebut positif corona, maka sudah tiga orang meninggal di DIY karena terpapar virus corona, yaitu yang terakhir meninggal Guru Besar UGM.

Berty Murtiningsih menyebutkan, total yang sudah diperiksa swabnya sebanyak 115 orang dengan hasil negatif 33 orang, 18 orang positif (1 sembuh dan 3 meninggal) serta masih dalam proses 64 orang dengan (1 meninggal dunia).

Rincian tambahan kasus 7-18 sendiri terdiri dari 5 pasien dirawat di RS Panti Rapih, 1 pasien di RS Panembahan Senopati, 1 pasien di RS JIH, 1 pasien di RSUD Wates, 1 pasien di RSUD Wonosari dan 1 pasien di RS Bhayangkara.

Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di DIY Meninggal Sebelum Hasil Lab Keluar

Tambahan kasus menjadi 17 saat ini yang masih berstatus positif menurut Berty disebabkan adanya hasil tes swab yang sebelumnya sudah dilakukan di BBTKLPP DIY.


0 Komentar