Hasil Pemodelan BIN: Puncak Corona Juli, Kasus Lebih dari 106 Ribu

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Hasil Pemodelan BIN: Puncak Corona Juli, Kasus Lebih dari 106 Ribu

Nasional | Jakarta

Jumat, 03 April 2020 07:04 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona, Doni Monardo, mengungkapkan hasil pemodelan yang dilakukan oleh Badan Intelejen Negara (BIN) terkait estimasi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. 

Dalam pemodelan itu, disebutkan bahwa puncak kasus Covid-19 akan terjadi pada Juli 2020. Diperkirakan, pada bulan itu jumlah positif Covid-19 mencapai 106.287 kasus.

BIN memperkirakan, jumlah kasus positif Covid-19 akan terus mengalami peningkatan sejak April 2020. Pada bulan itu, kasus Covid-19 mencapai 27.307.

"Estimasi akhir April 27.300, puncaknya pada akhir Juni dan akhir Juli," kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang digelar secara virtual, Kamis (2/4/2020).

Ketua BNPB itu melanjutkan, kasus Covid-19 mengalami kenaikan signifikan pada Mei, yakni mencapai 95.451. Kemudian pada Juni kasus sudah mulai tembus di atas 100 ribu, yakni mencapai 105.765.

Doni dalam kesempatan itu juga mengungkapkan sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap peningkatan kasus Covid-19.

Dia menyebut, ada 50 dari 100 kabupaten/kota yang memiliki risiko tertinggi dengan 49 persen. Beberapa di antaranya ada di Pulau Jawa.

Dokter RSUP Persahabatan: Semua Orang Indonesia ODP Covid-19

Jenderal TNI AD bintang tiga itu mengungkapkan, daerah-daerah yang berisiko tinggi itu di antaranya yang kekurangan fasilitas kesehatan, termasuk SDM tenaga kesehatan, ruang isolasi dan alat pelindung diri (APD)

Daerah itu di antaranya yakni tu Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, NAD, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.


0 Komentar