Hasil Repid Test Corona di Jakarta, 2.842 Orang Positif
Ilustrasi rapit test. (Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan rapid test atau pemeriksaan awal virus corona baru terhadap 70.828 warganya.

Mengapa ini penting: Dari hasil pemeriksaan rapid test tersebut dinyatakan reaktif atau positif 2.842 orang.

Konteks:

• Guna mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

• Tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah.

Apa katanya: "Hasilnya sebanyak 2.842 orang dinyatakan positif (reaktif) dengan persentase sekitar 4 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani dalam keterangannya di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Bagaimana selanjutnya: Sesuai prosedur, masyarakat peserta rapid test yang dinyatakan positif (reaktif) akan menjalani pemeriksaan sampel lendir yang diambil dengan metode swab, diperiksa menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Apa Itu Rapid Test:

• Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

• Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Namun pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

• Rapid test hanya sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau COVID-19.

• bila hasil rapid test positif, antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2.

• Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Data kasus corona di Jakarta: Dari situs resmi penanganan virus corona baru DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id mencatat adanya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19, Jumat (24/4/2020).

Batal Mudik, Refund Tiket Garuda Tidak dengan Uang Tunai

Hingga pukul 20.00 WIB terdapat 3.605 kasus positif Covid-19 di Jakarta. Dari 3.605 itu, 1.988 kasus masih menjalani perawatan medis di rumah sakit, 959 kasus menjalani isolasi mandiri, 331 kasus meninggal dunia dan yang dinyatakan sembuh 327 orang.


0 Komentar