Hasto Akui Teken Surat Permohonan PAW Harun Masiku
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku menandatangani surat permohonan Harun Masiku dalam pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR ke KPU.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap terkait dengan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Fraksi PDIP periode 2019-2024.

"Ya kalau tanda tangannya betul," kata Hasto di sela Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Hasto menegaskan, tanda tangan surat permohonan PAW adalah legal. Menurutnya, tidak ada pelanggaran dalam penandatanganan surat permohonan tersebut.

"Karena itu dilakukan secara legal," tegas Hasto.

Ketua KPU, Arief Budiman, sebelumnya mengatakan, surat permohonan Harun Masiku dalam pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR terpilih dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas, ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

"Yang terakhir ya. Permohonan permintaan terakhir iya ditandatangani Ketum dan Sekjen," kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hasto menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Dia pun meminta kepada Harun Masiku untuk segera menyerahkan ke KPK.

"Dorongan KPK kami dukung. Karena itu bagian dari kewenangan KPK. KPK sudah menyatakan kami memberikan dukungan hal tersebut. Tentunya sebagai warga negara, setiap warga negara punya tanggung jawab ketaatan terhadap hal tersebut," ujarnya.

Dukung KPK, PDIP Minta Harun Masiku Menyerahkan Diri

KPK sendiri hingga saat ini masih memburu kader PDIP Harun Masiku (HAR).

"KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri dan mengimbau pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap kooperatif ketika keterangannya dibutuhkan penyidik dalam proses hukum perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).