Hendropriyono Usulkan OPM Jadi Teroris Internasional
Mantan Kepala BIN Hendropriyono (Foto: Kompas)

Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono mengusulkan untuk menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris internasional yang kemungkinan berimplikasi pada penguatan militeristik.

Hendropriyono meminta pemerintah untuk menggunakan pendekatan militeristik dengan mengerahkan pasukan 'komando' TNI untuk membantas tindakan kelompok OPM.

Menanggapi wacana itu Menkopolhukam Mahfud MD pemerintah tetap akan menyelesaikan Papua dengan pendekatan kesejahteraan tidak dengan cara militer.

Hal itu ditegaskan Mahfud MD usai memimpin rapat yang dihadiri para menteri terkait, Jumat (27/12/2019) di kantornya, untuk membahas masalah di Papua.

Usai rapat, Menko Polhukam mengatakan tidak ada kebijakan baru yang akan diambil oleh pemerintah guna menangani masalah-masalah yang terjadi di Papua.

"Cuma nanti koordinasinya akan lebih diperkuat, pendekatan kesejahteraan itu misalnya masing-masing departemen kan punya program. Perdagangan, perindustrian PUPR, semuanya, nanti akan koordinasi agar bisa tampak, tidak terpecah-pecah," kata Mahfud seperti dikutip BBC.

Rapat tertutup itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono.

Hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, dan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian.

Rapat membahas Papua ini digelar tidak lama setelah mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengusulkan untuk menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris internasional yang kemungkinan berimplikasi pada penguatan militeristik.