Hingga Sabtu Sore, Tercatat 60 Korban Jiwa Akibat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau Posko Pengungsi di Gudang Logistik BNPB, Jatiasih, Bekasi. (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meng-update data korban yang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Hingga Sabtu (4/1/2020) sore, pukul 18.00 Wib, korban meninggal bertambah lagi menjadi 60 orang dan hilang 2 orang. Data sebelumnya dikeluarkan BNPN pukul 10.00 Wib, korban meninggal masih 53 orang dan 1 (satu) orang hilang.

"Jumlah korban bertambah dari korban meninggal di Kabupdaten Lebak," jelas Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/1/2020) malam.

BACA JUGA: Korban Meninggal Sudah 53 Orang, Kepala BNPB Serahkan Bantuan DSP

Terkait jumlah pengungsi, Agus Wibowo menjelaskan, sudah terjadi penurunan di tempat-tempat pengungsian di beberapa wilayah.

"Sedangkan pengungsi di beberapa wilayah mengalami penurunan dari 173.064 jiwa menjadi 92.261. Pengungsi ada yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing," jelasnya.



Kunjungi Posko Pengungsi

Sementara itu Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau Posko Pengungsi di Gudang Logistik BNPB, Jatiasih, Bekasi, Sabtu (4/1/2020) sore.



Dalam kunjungannya itu, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliyar untuk penanganan darurat bencana banjir di Kota Bekasi. Bantuan itu diterima Kepala Kecamatan Jatiasih, Mariana.

“Bantuan ini diberikan untuk pembersihan dan pemulihan sementara permukiman warga yang terdampak bencana banjir,” ujar Doni.

Doni Monardo menghimbau masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan karena penyebab bencana banjir selain faktor alam adalah daerah resapan air, termasuk selokan yang penuh dengan sampah.

“Mari kita luangkan waktu untuk bersama-sama gotong royong membersihkan lingkungan terutama sampah yang menumpuk di selokan serta saluran air sehingga dapat membuat aliran air tidak terhambat,” ajak Doni.

Muriana menegaskan bahwa bantuan ini akan langsung diberikan kepada Ketua RT dan RW masing-masing wilayah karena lebih mengetahui kebutuhan, kerusakan dan apa yang harus diprioritaskan pada wilayah terdampak.

“Bantuan ini akan langsung kami salurkan kepada Ketua RW dan RW karena mereka lebih dekat dan mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat serta kerusakan dan apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu,” tegas Mariana.


0 Komentar