Ibadah Haji 2020 Terancam Batal

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Jemaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. (Foto: Antara)

-

AA

+

Ibadah Haji 2020 Terancam Batal

Nasional | Jakarta

Jumat, 17 April 2020 14:17 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Wabah virus corona atau COVID-19 yang kini melanda dunia, termasuk Indonesia, menyebabkan ketidakpastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020.

Khusus bagi calon jemaah haji Indonesia terancam batal berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Mengapa ini penting: Hingga kini pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Sementara itu, belum ada kepastian kapan wabah virus corona akan berakhir. Bahkan untuk membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji itu menjadi salah satu opsi yang dibuat Kementerian Agama.

Konteks:

• Pemerintah melalui Kementarian Agama telah menjadwalkan pemberangkatan jemaah haji kloter pertama tanggal 26 Juni 2020 dan kloter terakhir pada 25 Juli 2020. "Pelaksanaan wukuf di Arafah, Insya Allah jatuh pada tanggal 30 Juli 2020," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Rabu (18/3/2020).

• Pemerintah melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, Senin (13/4/2020) memprediksi puncak pandemi COCID-19 di Indonesia sekitar pertengahan hingga akhir Ramadan 1441 H. Lebaran Idulfitri 23 -24 Mei 2020.

• Artinya, puncak CODID-19 di Indonesia dengan jadwal pemberangkatan kelompok terbang atau kloter jemaah haji ada rentang waktu satu bulan. Belum lagi ada ancaman wabah corona gelombang kedua.

Apa yang harus dilakukan:

• Kementerian Agama telah menyiapkan tiga skenario terkait rencana penyelenggaraan haji ini. Pertama, haji tetap dilaksanakan dengan kuota normal. Kedua, Haji tetap dilaksanakan dengan pembatasan kuota. Ketiga, Haji dibatalkan sama sekali.

• Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengisyaratkan pemberangkatan jemaah Indonesia dibatalkan saja dan tidak perlu menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi. “Terkait COVID-19, kita tidak bisa menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Tetapi juga harus memperhatikan kesiapan pemerintah kita sendiri. Apakah calon jemaah haji sudah bebas COVID-19. Apalagi calon jemaah banyak berusia di atas 50 tahun yang rentan terserang virus ini," kata Ace dalam RDP secara virtual Komisi VIII dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Rabu (15/4/2020).

Bagaimana dengan uang calon jemaah: Jika pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia dibatalkan maka uang yang sudah disetor dikembalikan. Hal tersebut tertuang dalam kesimpulan rapat Komisi VIII DPR dengan Kemenag, Rabu (15/4/2020).

"Saya pastikan dana yang disetor calon jemaah haji tidak akan digunakan untuk penanganan virus Corona," tegas Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Kamis (16/4/2020).


Jika Penyelenggaraan Haji Batal, Uang Jemaah Tak Akan Digunakan Buat COVID-19

Kementerian Agama juga menegaskan, jika penyelenggaraan haji batal maka uang calon jemaah dikembalikan dan tidak akan digunakan untuk penanganan COVID-19.

"Saya pastikan tidak ada dana jemaah haji yang digunakan untuk pencegahan COVID-19 jika haji batal dilaksanakan tahun ini. Hanya bersumber dari APBN yang direalokasi untuk penanganan COVID-19," kata Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman.


0 Komentar