Ibu Hamil Terpapar Corona Tak akan Tularkan ke Janin yang Dikandung
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Seorang perempuan hamil yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 tidak akan menularkan virus tersebut kepada janin yang dikandung.

Mengapa ini penting: Banyak yang mengaku khawatir merencanakan kehamilan di saat pandemi corona dan memutuskan untuk menundanya.

Konteks:

• Wabah virus corona yang kini melanda dunia, termasuk Indonesia.

• Ada kasus perempuan hamil terkonfirmasi positif virus corona atau COVID-19 melahirkan saat menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suroto, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (9/2020).

• Seorang perempuan sedang hamil 8 bulan pasien positif terinfeksi virus corona meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang, Rabu (8/4/2020).

Apa katanya:

• Dikutip dari Halodoc.com, hingga saat ini para ahli masih mempelajari pengaruh infeksi virus coron pada ibu hamil.

• Ibu hamil lebih rentan terkena infeksi virus corona dan lebih berisiko mengalami gejala penyakit yang berat dan fatal karena terjadi perubahan sistem kekebalan tubuh pada kehamilan. Namun belum ada bukti kuat bahwa ibu hamil yang positif corona akan menularkan virus pada janin yang dikandungnya.

• "Menurut Royal College of Obstetricians and Gynecologist (RCOG), dan penelitian lain di Cina, ibu hamil yang terinfeksi corona, tidak akan menularkan virus ke janin," seperti ditulis halodoc.com.

• Alasannya karena virus corona tidak tidak menyebar melalui air ketuban, darah tali pusat, dan ASI. Itu artinya, ibu hamil yang positif corona sekalipun, masih bisa melahirkan bayi yang sehat dan menyusuinya.

Bagaimana selanjutnya:

• Bagi pasangan yang ingin merencanakan kehamilan di tengah pandemi corona ini, boleh-boleh saja. Asalkan sembari terus berupaya meningkatkan kesehatan, kebersihan diri, dan membatasi aktivitas di luar rumah, agar terhindar dari virus corona.

Seorang Pasien Positif Corona Melahirkan di Ngawi

• Selain itu, penting juga untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter, jika calon ibu memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, atau lupus.

• Bagi yang sudah hamil dan kesulitan mengunjungi dokter untuk konsultasi, bisa melalui aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi ini bisa berdiskusi dengan dokter kandungan lewat chat, voice/video call, kapan dan di mana saja.


0 Komentar