Ibunda Jokowi Idap Kanker Tenggorokan, Kenali Gejala dan Pemicunya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi orang yang mengalami gejala kanker tenggorokan. (Foto: Shutterstok)

JAKARTA, HALUAN.CO – Rakyat Indonesia masih dalam suasana berduka. Ibu dari Presiden RI Joko Widodo meninggal dunia pada Rabu, 25 Maret 2020 dalam usia 77 tahun.

Berdasarkan pernyataan Jokowi, sang ibu mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan kanker. Kanker yang dimaksud adalah kanker tenggorokan yang diidap almarhumah selama empat tahun terakhir.

“Beliau sudah lama sakit kanker tenggorokan,” ungkap Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono, dilansir Tempo.

Dikutip dari laman Alodokter, kanker tenggorokan adalah penyakit kanker yang berkembang dari jaringan tenggorokan. Gejala utamanya terjadi perubahan suara, sulit menelan, dan sakit tenggorokan.

Tenggorokan merupakan saluran untuk mengalirkan udara dari hidung ke paru-paru, dan sebaliknya. Saluran tenggorokan terletak mulai dari belakang hidung hingga pita suara. Kanker tenggorokan dapat berkembang dari jaringan penyusun organ-organ tersebut, seperti amandel atau pita suara.

Beberapa gejala kanker tenggorokan meliputi:

· Sulit menelan

· Suara serak

· Bicara pelo

· Batuk kronis

· Sakit tenggorokan

· Telinga yang sakit atau berdengung

· Benjolan di tenggorokan atau leher

· Penurunan berat badan drastis

Sebaiknya, segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika gejala tidak kunjung membaik atau bertambah parah. Gejala kanker tenggorokan bisa mirip dengan penyakit saluran pernapasan lain, terutama pada stadium awal.


Kanker tenggorokan yang terdiagnosis sejak stadium awal lebih mudah diobati dibandingkan kanker tenggorokan yang sudah memasuki stadium lanjut.

Kanker tenggorokan terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi gen sel-sel tenggorokan. Mutasi inilah yang memicu pertumbuhan sel abnormal tidak terkendali.

Penyebab di balik proses mutasi tersebut belum diketahui pasti, namun ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker tenggorokan, yaitu:

· Kurang mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.

· Mengalami infeksi virus human papillomavirus( HIV) dan penyakit asam lambung atau GERD.

· Sistem imun yang lemah, misalnya akibat penyakit HIV/AIDS, malnutrisi, atau mengonsumsi obat imunosupresan.

· Menderita penyakit keturunan, seperti anemia fanconi atau ataxia telangiectasia.

· Sering merokok.

· Kecanduan alkohol.

· Tidak menjaga kesehatan gigi.

Pengobatan kanker tenggorokan tergantung pada stadium kanker serta kondisi kesehatan penderita. Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci utama dalam menangani kanker ini.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar