Iklan Villa Khusus Gay Viral di Medos, Pemkab Badung Geram
Kepala Satpol PP Badung sidang ke villa yang viral di Medsos. (Foto: Ist)

MANGAPURA, HALUAN.CO - Iklan villa khusus gay viral di media sosial (medsos). Villa yang diiklankan itu berada di kawasan Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Tentu saja iklan villa yang tersebar luas di medsos tersebut membuat pihak Pemerintah Kabupaten Badung merasa geram.

Menindaklanjuti iklan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung menurunkan tim guna menyisir keberadaan vila di kawasan Seminyak, Kuta, Jumat (10/1/2020) .

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengatakan hasil sidak lapangan yang dilakukan pihaknya tidak bertemu dengan pemilik villa.

“Kami tadi bersama tim dan pihak dari Lurah Seminyak datang ke lokasi villa untuk mengecek kebenaran dari informasi yang kami terima. Namun, kami belum bertemu dengan pemilik villa,” kata Gusti Agung dilansir Balipost.

Dalam sidaknya itu, pihaknya mendatangi dua villa yang disebutkan dalam iklan di medsos tersebut, yaitu Villa Angelo Bali yang dikontrakan oleh pemiliknya dari Manado kepada warga asing asal Belanda dan satu lagi Villa Dilen diduga pemilik PMA.

Ia menyebutkan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik akomodasi tersebut guna memastikan perizinan yang dimiliki.

Di bagian lain, iklan villa gay membuat gerah Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Kadis Pariwisata Badung I Made Badra secara terpisah menegaskan keberadaan villa, serta akomodasi wisata yang mengiklankan diri khusus untuk kaum gay mencoreng pariwata Bali.

“Ini mencoreng pariwisata Bali, yang menonjolkan budaya dan adat istiadat. Kita sudah koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera ditindak,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra menegaskan, keberadaan villa, serta akomodasi wisata yang mengiklankan diri khusus untuk kaum gay itu mencoreng pariwata Bali.

“Ini mencoreng pariwisata Bali yang menonjolkan budaya dan adat istiadat. Kita sudah koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera ditindak,” tegasnya.

Dikontrak Warga Belanda

Staf Villa Dilen, Nyoman Suweni mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka adanya iklan yang menyudutkan villanya tersebut.

Menurut dia, villa tersebut sebenarnya dikontrak selama dua tahun oleh Mr. Martinus (76) yang warga negara Belanda dari sang pemilik villa bernama Anggie yang berasal dari Jakarta. Kontrak akan habis pada Februari 2020.

Oleh Mr. Martinus, villa seluas 2,5 are dengan 4 kamar ini disewakan lagi secara harian dengan menggunakan nama Angelo Villa. Promosi villa menggunakan media sosial.

"Tamu yang menginap sebenarnya kebanyakan keluarga. Namun ada juga tamu gay. Mereka biasanya membawa pasangan sendiri. Untuk diketahui, Martinus juga adalah seorang gay," ungkapnya.

Dijelaskan, saat Mr. Martinus sedang berada di Singapura menemani pasangannya yang tengah sakit dan dirawat di rumah sakit di Singapura.

“Saat Mr. Martinus meninggalkan villa, ia memberitahu bahwa akan mengantar pasangannya perawatan di Singapura. Kemungkinan saat di rumah sakit tersebut ia menulis di medsos. Saya tidak menyangka akan ulah si Martinus di medsos. Kemarin saya sudah peringatkan dia, jangan bikin yang aneh-aneh di Bali. Dan dia pun minta maaf serta bilang stop,” kata Suweni.

Suweni juga mengaku kaget villa yang dikelolanya itu didatangi Satpol PP. Makanya ketika disuruh menandatangani surat panggilan dari Satpol PP, dia gemetaran. Dia akan menyampaikan surat itu ke Martinus dan pemilik villa.

Promosi villa khusus gay di Seminyak Kuta itu dinilai Ketua Bali Villa Asociation (BVA) Gede Ricky Sukarta tidak sesuai dengan konsep pariwisata budaya yang diusung Bali. Selain itu, promosi tersebut menyalahi norma, adat dan budaya Bali.

“Ini berarti tidak sesuai dengan norma adat dan budaya Bali,” kata Gede Ricky Sukarta.

Selain itu menurut dia, tidak sesuai secara etika marketing. Sehingga diduga villa tersebut tidak dikelola secara professional.