Imbas Corona, 3.611 Buruh di DKI Kena PHK dan 21.797 Dirumahkan
Ilustrasi demo buruh tolak PHK. (Foto: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Sebanyak 3.611 pekerja atau buruh dari 602 perusahaan di Jakarta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas dari virus corona (Covid-19). Selain terkena PHK, sebanyak 21.797 pekerja dan buruh di 3.633 perusahaan dirumahkan.

"Disnaker dan Energi tengah mendata pekerja atau yang mengalami PHK atau dirumahkan tapi tidak menerima upah sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah, Sabtu (4/4/2020).

Andri menerangkan, hingga 3 April pukul 10.30 WIB, tercatat ada 4.235 perusahaan dan 25.408 pekerja yang telah mengirimkan laporan. Yaitu 3.611 yang di-PHK dan 21.797 pekerja dirumahkan.

Pendataan itu dilakukan melalui bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19, atau unduh form di bit.ly/formulirkartupekerja lalu kirim ke disnakertrans@jakarta.go.id.

Andri menjelaskan, data itu nantinya akan dihimpun Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta untuk disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kemenko Perekonomian.

Lalu, dimasukkan dalam Program Kartu Prakerja melalui pelatihan keterampilan kerja.

"Kami minta mereka yang terdampak agar dapat mengisi data lengkap dan valid agar bisa dibantu,” tuturnya.

Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta terus menyebarluaskan informasi pendataan daring ini melalui Whatsapp blast kepada serikat dan federasi pekerja, APINDO, KADIN, Dewan Pengupahan dan ketua asosiasi lainnya.

Babak Belur Dihantam Corona, 85 Persen Hotel di Bali Tutup

Kuota pendataan untuk Jakarta sebanyak 1.646.541, sekarang baru 26.000 pekerja yang didata. "Kalau ada yang bertanya lewat tanggal 4 April gimana? Silakan input data saja, datanya diterima atau tidak diterima itu kewenangan dari kementerian, mereka yang sudah menetapkan batas waktu," tukasnya.


0 Komentar