Imbas Ketegangan Iran-AS, Filipina Evakuasi Warganya dari Irak
Ilustrasi serangan rudal. (Foto: AFP)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Luar Negeri Filipina memerintahkan evakuasi wajib bagi warga negaranya yang saat ini berada di Irak. Hal itu imbas dari ketegangan yang semakin meningkat di Irak pasca pembunuhan komandan militer top Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat pekan lalu.

"Tingkat peringatan di seluruh Irak telah ditingkatkan menjadi Peringatan Tingkat 4 yang menyerukan evakuasi wajib," kata Juru Bicara Kemlu Filipina, Eduardo Menez, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Balas Dendam, Iran Resmi Gempur Pangkalan Militer AS di Irak

Diketahui, pembunuhan terhadap Soleimani meningkatkan ketegangan hubungan yang telah terjadi antara Iran dengan AS.

Rabu (8/1/2020) dinihari sekitar pukul 1.30 waktu setempat, Republik Islam Iran melancarkan serangan dengan lusinan rudal balistik ke dua pangkalan pasukan militer AS di Irak.

Pangkalan AS yang menjadi target serangan Iran merupakan pangkalan militer terbesar. Trump pernah mengunjungi pangkalan militer AS tersebut pada 2018 silam.

Kemlu Himbau WNI di Irak dan Iran Tingkatkan Kewaspadaan

Jubir Gedung Putih menyebut, saat ini presidennya tengah berkonsultasi dengan pihak keamanan nasional terkait serangan tersebut dan apa yang akan dilakukan.

Lewat akun twitter-nya, Trump menyatakan 'semuanya baik' setelah Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan dua markas tentara AS di Irak. Trump juga menyatakan bahwa penaksiran korban dan kerusakan akibat serangan rudal Iran, masih berlangsung.

"All is well! Rudal-rudal diluncurkan dari Iran terhadap dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak," cuit Trump dilansir AFP.

"Penaksiran jumlah korban jiwa dan besarnya kerusakan sedang dilakukan sekarang. Sejauh ini, begitu baik! Kita memiliki militer paling kuat dan paling dipersenjatai di dunia, sejauh ini!" tulisnya.