Indef: Indonesia Gandeng Jepang Supaya Tidak Didikte China
Menlu Retno Marsudi bersama Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang, di Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini investasi dari negara luar dibutuhkan Indonesia untuk meningkatkan kondisi perekonomian di tengah pelemahan ekonomi global. Bhima pun berpendapat Jepang bisa menjadi penyeimbang di antara negara-negara tradisional yang berinvestasi di Indonesia.

"Sekarang kalau melihat data investasinya China meroket cukup cepat, sekarang di peringkat nomor tiga investasi paling tinggi di Indonesia. Padahal 10 tahun yang lalu belum seperti itu. Kalau semakin banyak investasi dari non China dirasa jadi penyeimbang agar Indonesia tidak didikte oleh China," ujar Bhima seperti dilansir daari DW Indonesia, Sabtu (11/1/2020).

Pernyataan Bima ini sebagaai respons atas keterlibatan Jepang terkait pengembangan perikanan dan pariwisata di Natuna serta keterlibatan perbankan Jepang di Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur.

Jokowi: Saya Ingin Mengajak Jepang Investasi di Natuna

Selain itu, kata Bhima, Jepang dinilai memiliki historis yang panjang dengan Indonesia. Negeri matahari terbit itu diketahui telah mulai berinvestasi di era Orde Baru khususnya untuk pembangunan infrastruktur dan otomotif.

Lebih lanjut Bhima menilai kualitas investasi Jepang lebih baik ketimbang China.

"Mulai dari kualitas fisik atau infrastruktur, kualitas transfer skill dan knowledge, dimana kalau investasi Cina masih ada unskilled labor, tenaga-tenaga kerja yang skillnya rendah dipaksa masuk. Kalau Jepang lebih menghargai SDM lokal," terang Bhima.