Indonesia Saat Ini Masuk Fase Akselerasi, Menuju Puncak Penyebaran COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Dokter spesialis paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan Andika Chandra Putra, SpP (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Indonesia Saat Ini Masuk Fase Akselerasi, Menuju Puncak Penyebaran COVID-19

Health | Jakarta

Kamis, 16 April 2020 10:49 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Dokter spesialis paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan Andika Chandra Putra menilai Indonesia sudah melewati fase inisiasi atau awal gelombang penyebaran pandemi COVID-19. Saat ini, Indonesia memasuki fase akselerasi wabah tersebut.

Mengapa ini penting: Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia saat ini ditemukan banyak laporan kasus baru yang meningkat. Per 15 April 2020 telah ditemukan 5.136 kasus terkonfirmasi positif. Hal ini merupakan pertanda Indonesia memasuki fae akselerasi.

Konteks: Dalam beberapa pekan depan jumlah kasus terkonfirmasi positif akan semakin banyak ditemukan, apalagi pemerintah saat ini tengah memperbanyak dan mempercepat dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan Rapid tes untuk pemeriksaan spesimen.

Apa katanya: "Jadi kita (di Indonesia) ini fase inisiasi, fase awal," kata Andika Chandra Putra, Dokter spesialis paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan seperti dilansir laman Republika.co.id, Kamis (16/4/2020).

Fase penyebaran COVID-19

  • Fase awal adalah fase inisiasi ditemukan kasus COVID-19 yang kemudian menjadi pandemi atau wabah.
  • Fase akselerasi adalah fase ditunjukkan dengan laporan kasus baru yang terus meningkat. Saat ini Indonesia memasuki fase akselerasi.
  • Fase puncak adalah fase yang ditandai dengan jumlah laporan kasus paling tinggi dibandingkan sebelum dan sesudahnya.
  • Fase gelombang kedua saat ini terjadi di beberapa negara lain di dunia yang mengalami gelombang kedua penemuan kasus di luar negeri yang ditandai dengan pengulangan kasus infeksi pada seseorang yang sebelumnya telah dinyatakan negatif dari virus .

"Second wave itu saya lihat agak normal karena dalam satu pandemi kita tahu ada beberapa fase. Apalagi ini pandemi yang sifatnya infeksi. Tentu ada risiko reinfeksinya bisa saja terjadi," katanya.

Pemerintah Targetkan 10 Ribu Tes PCR COVID-19 per Hari

Hadapi gelombang dua: Berdasarkan penemuan kasus di luar negeri seperti terjadi di China dan Singapura yang ditandai dengan pengulangan kasus infeksi pada seseorang yang sebelumnya telah dinyatakan negatif dari virus berbahaya itu.

  • Maka Indonesia harus mencegah adanya gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19.
  • Penularan gelombang kedua kemungkinan dapat terjadi di Indonesia penyebaran wabahnya dari kasus-kasus yang datangnya dari luar (imported cases).

"Jadi mereka dalam beberapa hari kasusnya zero, kemudian lockdown dikurangi. Tetapi kemudian kasusnya naik lagi dari imported cases," ujarnya.

Saran pencegahan: Untuk melakukan pencegahan indonesia kena penyebaran COVID-19 gelombang dua, pemerintah disarankan untuk lebih memperketat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan perlunya masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penyebaran virus baru dari imported cases.


0 Komentar