Indonesia Sudah Ngomong di DK PBB, Iran-AS Sebaiknya Redam Emosi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Indonesia sudah berbicara dengan Amerika Serikat dan Iran di tingkat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, untuk meredam emosi agar eskalasi yang buruk tidak terjadi.

Hal itu menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah pasca serangan drone AS yang menewaskan jenderal senior Iran, Qassem Soeleimani, di Baghdad, Irak.

"Saya melakukan pembicaraan per telepon pada tanggal 8 malam berarti 9 pagi, karena pada saat itu Menteri Luar Negeri Vietnam baru mendarat di New York. Vietnam untuk bulan Januari ini bertindak sebagai Presiden dari Dewan Keamanan PBB. Saya melakukan pembicaraan, saya mengulangi lagi spot Indonesia terhadap presidency Vietnam,” kata Retno di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, dilansir dari laman Setkab, Senin (13/1/2020).

Indonesia Dapat Hibah Kapal Pengawas dari Jepang untuk Natuna

Menurut Retno, Indonesia sangat berharap agar Vietnam juga menggunakan pengaruhnya sebagai Presiden DK PBB untuk dapat menahan semua pihak menahan diri.

"Kita cukup banyak untuk mengirimkan pesan, untuk meng-encourage agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Mengenai apakah masalah tersebut dibicarakan dengan Uni Emirat Arab (UEA), Retno mengungkapkan, pada pertemuan dengan Menlu UEA dirinya juga membahas masalah tersebut, dan prinsip keduanya sama.

"Kita tidak ingin situasi, apa namanya, menjadi lebih memburuk,” ujarnya.

Presiden Jokowi pun, lanjut Retno, juga sedikit menyinggung masalah ketegangan di Timur Tengah tersebut dalam pertemuan dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Namun pembahasan ini tidak fokus, karena fokus pembahasan dalam pertemuan keduanya lebih kepada masalah ekonomi.