Indonesia di Nomor Urut Dua, Tingkat Kematian Virus Corona
Simulasi penanganan pasien virus corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebutkan bahwa per tanggal 21 Maret 2020 terjadi penambahan kasus positif virus corona sebanyak 81 orang.

Dengan ada penambahan kasus baru tersebut, maka total kasus positif virus corona atau Covid-19 di wilayah Indonesia hingga Sabtu (21/3/2020) sebanyak 450 orang.

Achmad Yurianto juga melaporkan bahwa ada tambahan korban meninggal sebanyak 6 orang dan hingga Sabtu ini, korban meninggal sebanyak 38 orang.

Sedangkan korban yang sembuh juga bertambah 4 orang dari hari sebelumnya. Jadi total kasus sembuh sebanyak 20 orang.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah tersebut, maka tingkat kematian manusia akibat terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 8,4 persen.

Sedangkan kasus virus corona di Italia hingga hari ini tercatat dengan angka kematian terbanyak di dunia, yaitu 4.032 orang dari yang positif terinfeksi sebanyak 47.021.

Dengan angka tersebut maka tingkat kematian di Italia akibat virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, China itu sekitar 8,6 persen.

Kemudian di China sendiri yang terinfeksi sebanyak 8.1250 orang dengan korban meninggal 3.253. Maka tingkat kematiannya sekitar 4 persen.

Kemudian di Spanyo dengan 20.410 dengan meninggal 1.043. Tingkat kematian sekitar 5,1 persen. Iran dengan 19.644 kasus dan yang meninggal 1.433. Maka tingkat kematian di Iran sekitar 7,3 persen.

Duh! Kasus Corona di Jakarta Tambah 44 Kasus, Total Nasional 450 Orang

Jika dilihat dari prosentase atau tingkat kematian yang diakibat virus corona di dunia untuk sementara ini, maka Indonesia menempati tertinggi.

Dengan kata lain bahwa untuk sementara ini Indonesia menjadi negara tertinggi di dunia tingkat kematiannya akibat virus corona atau Covid-19.