Ini 5 Virus Berkategori Darurat Global yang Diumumkan WHO Sebelum Virus Corona
Virus Corona menyerang Wuhan, Provinsi Hubei, China (Foto: Xinhua)

JAKARTA, HALUAN.CO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat kesehatan global terkait wabah virus korona jenis baru atau 2019-NCoV, yang terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, bukan hanya karena semakin bertambahnya korban di China, akan tetapi karena virus ini telah mewabah di negara lain bahkan sudah menimbulkan korban jiwa selain di China.

“Alasan utama pernyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China, tetapi apa yang terjadi di negara lain,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir laman WHO.

Sebagian besar kasus muncul pada orang yang melakukan perjalanan dari kota Wuhan di China, wilayah yang diyakini sebagai pusat penyebaran virus mematikan tersebut. Namun, ada delapan kasus infeksi antar manusia, yakni di Jerman, Jepang, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Sebelum virus korona jenis baru, WHO telah menyatakan darurat kesehatan global. Wabah virus H1N1 yang juga disebut flu babi memicu pandemik global pada 2009 termasuk di antaranya.

Sementara sisanya adalah wabah Ebola di Afrika Barat (2014-2016), polio (2014), virus Zika (2016) dan wabah Ebola yang masih mengamuk di Republik Demokratik Kongo hingga kini.

1. Flu Babi

Flu babi menyebar pada 2009 ke seluruh dunia sejak muncul di Meksiko, dan menjadi wabah flu yang pertama dalam waktu 40 tahun belakangan, lapor BBC. Flu babi adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus jenis A yang dikenal dengan H1N1.

Walau virus ini berasal dari babi, namun bisa yang menyerang manusia dan bisa menyebar dari orang ke orang lewat batuk maupun bersin.

2. Polio

WHO mengumumkan keadaan darurat polio global setelah terjadi ledakan penyakit ini di Eropa, Afrika, dan Asia dalam dua tahun terakhir sejak 2014. Polio adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus.

Polio menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan total hanya dalam waktu beberapa jam. Satu dari 200 orang yang terkena infeksi mengalami kelumpuhan yang tidak bisa disembuhkan.

Di antara yang lumpuh, 5% hingga 10% meninggal dunia karena otot-otot pernafasan tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya.

3. Ebola Afrika Barat

WHO menyatakan jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Afrika Barat mencapai 11 ribu jiwa pada 2014-2016. Orang-orang yang merawat para penderita ebola atau menangani jasad mereka yang meninggal karena ebola, adalah mereka yang paling rentan tertulari.

WHO menyebutkan ada 649 tenaga kesehatan yang diketahui telah bersinggungan dengan penyakit ini, dan dari jumlah itu 365 di antaranya meninggal.

4. Zika

WHO menyatakan penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global yang memerlukan tanggapan terpadu pada 2016. Para ahli khawatir bahwa virus ini akan menyebar secara cepat dan meluas dengan konsekuensi besar.

Infeksi virus ini dikaitkan dengan gejala microcephaly atau kelahiran bayi dengan ukuran otak yang lebih kecil walaupun belum dipastikan kaitan sebab akibat antara keduanya. WHO menyatakan Zika berada dalam kategori yang sama dengan wabah Ebola.

5. Ebola Kongo

WHO pada 2019 menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional”.

Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong negara-negara pendonor agar menyediakan lebih banyak uang untuk mengatasi krisis Ebola di Kongo. Wabah Ebola di Kongo telah menewaskan lebih dari 1.600 orang, mengutip BBC.


Penulis: Neni Isnaeni