Ini Alasan Kemenag Undur Hasil Administrasi CPNS
Kantor Kementerian Agama Pusat. (Foto: tirto.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengumuman hasil seleksi administrasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Agama 2019 diundur. Hal tersebut disampaikan melalui Pengumuman Nomor P-8711/SJ/B.II.2/KP.00.2/12/2019 tentang Seleksi Administrasi Pengadaan CPNS Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2019.

"Pengumuman hasil seleksi administrasi pelaksanaan seleksi CPNS Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2019 yang semula dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 10 Desember 2019 diubah menjadi tanggal 16 Desember 2019," demikian bunyi pengumuman Kementerian Agama, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (10/12/2019).

Alasan diundurnya hasil administrasi tersebut, lantaran pelamar formasi cumlaude/disabilitas/putra putri Papua-Papua Barat/diaspora harus mengirimkan kelengkapan persyaratan administrasi yang terdiri atas Kartu Keluarga, Bukti Akreditasi, Surat Pernyataan Bebas Narkoba, dan Surat Pernyataan Bersedia ditempatkan di Seluruh Wilayah NKRI.

Persyaratan tersebut dikirimkan melalui media elektronik/email panitia satuan kerja yang dilamar mulai 9 Desember hingga 13 Desember 2019.

Kemenag juga mengingatkan bahwa kelulusan pelamar ditentukan berdasarkan kemampuan dan kompetensi pelamar. Kemenag mengimbau agar seluruh pelamar CPNS Kemenag tidak mempercayai pihak tertentu yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk apa pun.

Kemenag merupakan salah satu instansi yang paling banyak diminati pelamar. Mengutip laman resmi Kemenag, total pelamar hingga masa akhir pendaftaran pada 30 November lalu mencapai 222.511 pendaftar.

Kementerian tersebut membuka lowongan sebanyak 5.815 formasi, terbanyak untuk formasi CPNS kementerian. Formasi CPNS Kemenag 2019 terdiri atas formasi guru, dosen, penghulu, penyuluh agama, serta sejumlah jabatan fungsional, dan pelaksana.

Untuk formasi guru dibuka lowongan sebanyak 1.891 formasi, dosen 2.131 formasi, penghulu 151 formasi, jabatan fungsional 772 formasi, dan pelaksana sebanyak 723 formasi.


Penulis: Milna Miana