Ini Alasan Zulkifli Hasan Tak Mau Pindah Ruang Kerja dan Rumah Dinas

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Zulkifli Hasan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Sejak Pimpinan MPR 2019-2024 dilantik tanggal 3 Oktober 2019 lalu, hingga kini Zulkifli Hasan yang turun kelas menjadi wakil ketua masih menempati rumah dinas dan ruang kerja lama sebagai Ketua MPR.

Alasannya, karena keinginan dari Ketua MPR saat ini Bambang Soesatyo dan Ketua DPR Puan Maharani.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga tidak mau pindah dari rumah dinas lamanya sebagai Ketua DPR. Begitu juga dengan Puan Maharani, tidak mau pindah dari rumah dinas jabatan sebelumnya sebagai Menko Menko PMK.

"Bukannya tak mau pindah dari rumah dinas dan ruangan kerja Ketua MPR, tapi karena Ketua DPR sekarang tak mau pindah dari rumah dinas Menko PMK. Begitu juga Ketua MPR RI sekarang, Mas Bamsoet tidak mau pindah dari Rumah Dinas Ketua DPR. Secara otomatis, Pak Zulkifli Hasan juga tak mau pindah,"Wasekjen DPP PAN, Irvan Herman kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Dengan alasan itulah kata Irvan, hingga sekarang ini Zulkifli Hasan masih tetap menempati rumah dinas Ketua MPR.

Apalagi kata Irvan, Zulkifli Hasan dan keluarga selama ini tidak tidur di rumah dinas di jalan Widya Chandra IV/16 Jakarta ini, tetapi tetap di rumah pribadi di Cipinang Timur, Jakarta Timur.

"Bang Zul sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Ditempatkan di manapun tidak masalah bagi Bang Zul. Pindah dari rumah dinas yang sekarang pun juga tidak ada masalah," ujarnya.

Menurut dia, hal yang wajar jika ketiganya tak mau pindah. Sebab, proses perpindahan butuh waktu yang cukup lama.

Selain itu, jika memang harus pindah, rumah dinas itu biasanya direnovasi terlebih dahulu sebelum ditempati. Hal tersebut butuh biaya yang tidak sedikit serta waktu juga.

"Jika semua pindah juga akan membutuhkan proses yang cukup lama dan ada penambahan biaya renovasi," jelasnya.

Terkait ruangan kerja Ketua MPR yang masih ditempati Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN itu, karena atas keinginan Bamsoet sendiri.

Irvan menjelaskan, dengan nada bercanda, Bamsoet pernah menyampaikan kepada Zulkifli Hasan bahwa ruangan Ketua MPR yang lyang masih ditempati oleh Zulhas berdesain "jadul".

"Dia lebih suka dengan ruangan berdesain modern. Karena itu, dia lebih memilih untuk menempati ruangan kerja Wakil Ketua MPR bekas Oesman Sapta Odang (OSO). Sebab ruangan milik OSO sudah direnovasi dengan desain yang lebih modern," jelas.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, meminta Zulkifli Hasan memberi teladan yang baik bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah Zulkifli Hasan yang masih menempati rumah dinas Ketua MPR menunjukkan tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan fasilitas tersebut.

"Sebagai pejabat publik, Zulkifli Hasan harusnya memberi contoh kepada masyarakat. Yang dipertontonkan, dia justru tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan fasilitas negara," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/1/2020) lalu.

Ujang menambahkan, jika seorang pejabat negara menempati jabatan baru, semua fasilitas di jabatan lamanya harus dikembalikan kepada negara. Jika tidak demikian, secara etika itu melanggar kepatutan.


0 Komentar