Ini Daftar 10 Jenis Angkutan yang Jadi Prioritas saat PSBB di Jakarta
Ilustrasi kendaraan mengangkut bahan bakar gas (BBG). (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan, ada 10 jenis angkutan yang masuk dalam daftar prioritas untuk beroperasi di jalanan DKI Jakarta selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mengapa ini penting: Meski PSBB diberlakukan di Jakarta, layanan transportasi pengangkut barang baik darat, laut maupun udara masih bisa berjalan, khususnya untuk barang-barang yang esensial dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Pembatasan hanya akan diberlakukan untuk transportasi dalam hal penumpang. Namun tetap tidak dibatasi untuk akses keluar masuk dari dan ke Jakarta.

"Tidak ada penutupan atau rekayasa arus lalu lintas akses keluar-masuk Jakarta," kata Sambodo dalam video sosialisasi PSBB yang diunggah ke media sosial Twitter, Kamis (9/4/2020).

Konteks: DKI Jakarta akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai besok, Jumat (10/4/2020). Pemberlakukan ini membuat berbagai hal dibatasi, termasuk transportasi. Pembatasan dalam PSBB itu dengan pengecualian delapan sektor usaha yang meliputi sektor kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan dan perbankan, logistik, sektor ritel seperti warung, toko kelontong, serta industri strategis. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Transportasi apa saja yang jadi prioritas:

  • Angkutan truk barang untuk kebutuhan medis, kesehatan dan sanitasi.
  • Angkutan barang untuk keperluan bahan pokok.
  • Angkutan untuk mengangkut makanan, minum dan sayuran yang akan didistribusikan ke pasar dan supermarket.
  • Angkutan untuk pengedaran uang.
  • Angkutan untuk bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).
  • Angkutan truk barang untuk keperluan bahan baku industri, manufaktur dan asembling.
  • Angkutan truk barang untuk keperluan ekspor-impor.
  • Angkutan truk barang jasa pengiriman.
  • Angkutan bus untuk mengangkut karyawan.
  • Angkutan kapal penyeberangan.

Bagaimana dengan transportasi lainnya: Moda transportasi lainnya untuk mengangkut penumpang masih diperbolehkan untuk beroperasi di Ibu Kota. Namun dengan catatan akan dilakukan pembatasan jumlah penumpang dalam satu moda transportasi itu.

"Yang dibatasi hanya jumlah penumpang di dalam satu kendaraan. Namun itu pun kita masih menunggu peraturan dari Gubernur DKI," ungkap Sambodo.

Akhirnya, DKI Jakarta Berlakukan PSBB!!!

Penegasan lainnya:

  • Polda Metro Jaya tidak akan membatasi akses keluar-masuk dari atau menuju Ibu Kota. Artinya, tidak ada penutupan atau rekayasa arus lalu lintas akses keluar-masuk Jakarta.
  • Pembatasan transportasi dilakukan pada transportasi yang mengangkut penumpang baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dan moda transportasi yang mengangkut barang.

0 Komentar