Ini Mitigasi Risiko Modalku di Tengah Pandemi COVID-19
UMKM yang mendapat permodalan dari Modalku (Foto: Modalku)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dunia usaha terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sangat rentang dalam menghadapi dampak COVID-19. Sejumlah UMKM yang berurusan dengan lembaga permodalan harus menjadi perhatian khusus.

Modalku sebuah startup yang konsen pada pembiayaan UMKM di Asia Tenggara khususnya Indonesia telah memitigasi risiko. Baik calon peminjam maupun yang sudah mendapatkan pendanaan terus mendapat pendampingan.

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan pihaknya telah menerapkan langkah- langkah untuk memantau dan mengelola risiko pada portofolio dalam beberapa waktu ke depan.

Pertama, Modalku akan melakukan proses seleksi yang lebih komprenhensif terhadap calon peminjam maupun UMKM yang sudah menjadi peminjam di Modalku.

Beberapa industri seperti food & beverage, travel, perdagangan lintas negara, dan industri jasa yang bergantung pada tenaga kerja dari negara-negara yang terkena dampak di Asia Tenggara akan mendapat perhatian lebih dari Modalku ketika melakukan penilaian pengajuan pinjaman.

Kedua, Modalku akan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi makro dengan menyesuaikan batas jumlah (limit) serta jangka waktu pinjaman (tenor).

Angka limit dan tenor pinjaman akan disesuaikan dengan jenis pinjaman dan profil bisnis masing-masing UMKM, sehingga untuk penyesuaian ini akan dilakukan kasus per kasus.

Modalku Kucurkan Dana Rp10 Triliun di Asia Tenggara

Ketiga, memaksimalkan kolaborasi dengan platform e-commerce yang sebagian besar penjualnya masuk ke dalam segmen mikro. Di kondisi pentingnya physical distancing saat ini, transaksi bisnis melalui e-commerce bisa berkembang dengan baik karena masyarakat akan cenderung memilih berbelanja secara online, baik itu dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun obat- obatan/ kesehatan.

“Secara berkala, kami akan terus mengelola langkah-langkah tersebut dengan hati – hati dan mengembangkan kemampuan manajemen risiko sesuai dengan situasi ekonomi global saat ini. Modalku juga akan terus berkoordinasi dengan OJK sebagai regulator & AFPI sebagai asosiasi sehingga langkah- langkah yang kami ambil sesuai dengan regulasi dari OJK,” tutup Reynold Wijaya.

Modalku juga, kata Reynold Wijaya mengutamakan kesehatan karyawan dan telah efektif memberlakukan work from home hampir kepada seluruh karyawan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 menjadi lebih masif.

Namun, Modalku akan tetap beroperasi dan bisa dihubungi melalui fitur Live Chat yang tersedia pada website Modalku untuk melayani kebutuhan para UMKM serta pemberi pinjaman.

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies. Hingga bulan Maret 2020, Grup Modalku telah berhasil menyalurkan pinjaman usaha lebih dari Rp13 triliun.


0 Komentar