Ini Pesan Sandiaga dari New York kepada Startup, "Jangan Banyak Bakar Uang!"
Sandi Uno bertemu Agus Harimurti Yudhoyono di Boston (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengusaha Sandiaga Salahudin Uno tengah berlibur bersama keluarga di New York, Amerika Serikat. Sandi terbang sejak sebelum peringatan Hari Ibu 2019. 

Sandi sebelumnya ke Boston untuk menyusul putrinya yang kuliah di sana kemudian ke New York juga menyusul putrinya lagi yang kuliah di New York.

Selama di Amerika Serikat Sandi yang sempat berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai cawapres 2019 terus mengikuti perkembangan di Indonesia. Termasuk soal banjir dan juga Jakarta dan politik mutakhir.

Dalam satu postingan di akun Instagram, Sandi juga memberikan perhatian kepada Startup nasional. Indonesia yang telah memiliki lima startup unicorn diminta untuk berhati-hati dan waspada dalam menjalankan strategi bisnis ketika banyak dan melimpahnya investor menggelontorkan dana.

"Saya berada di depan kantor WeWork di Kota New York, tepatnya yang berada di 6th Avenue & 20th Street," tulis Sandi.

Sandi menyebut WeWork ini adalah sebuah startup yang pernah sangat booming, yang mendorong konsep coworking space.

"Pada masa puncak, valuasi WeWork pernah bernilai USD47 miliar. Namun pada tahun 2018, mereka mengalami kerugian masif hingga USD2 miliar,' lagi tulis Sandi.

View this post on Instagram

Saya berada di depan kantor WeWork di kota New York, tepatnya yang berada di 6th Avenue & 20th Street. WeWork ini adalah sebuah startup yang pernah sangat booming, yang mendorong konsep coworking space. Pada masa puncak, valuasi WeWork pernah bernilai USD 47 miliar. Namun pada tahun 2018, mereka mengalami kerugian masif hingga USD 2 miliar. Rencananya untuk IPO pun gagal karena investor publik tidak menyukai business model dan pengelolaan perusahaan. Banyak pengambilan keputusan yang kurang baik, dan juga pengeluaran yang tidak perlu. Terlalu banyak bakar uang. Ini harus menjadi pelajaran untuk teman-teman pengusaha startup di Indonesia. Kepercayaan investasi yang diberikan harus digunakan secara cermat. Pastikan segala keputusan diambil dengan perhitungan yang baik. Jadi, kerja keras dan kerja tuntas saja tidak cukup, harus diiringi dengan kerja cerdas agar tenaga, waktu, serta materi yang telah kita keluarkan tidak terbuang sia-sia.

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on

"Rencananya untuk IPO pun gagal karena investor publik tidak menyukai business model dan pengelolaan perusahaan. Banyak pengambilan keputusan yang kurang baik, dan juga pengeluaran yang tidak perlu. Terlalu banyak bakar uang," terangnya.

Ini, lanjut sandi, harus menjadi pelajaran untuk teman-teman pengusaha startup di Indonesia. Menurutnya, kepercayaan investasi yang diberikan harus digunakan secara cermat.

"Pastikan segala keputusan diambil dengan perhitungan yang baik. Jadi, kerja keras dan kerja tuntas saja tidak cukup, harus diiringi dengan kerja cerdas agar tenaga, waktu, serta materi yang telah kita keluarkan tidak terbuang sia-sia," pesannya.