Ini Respons UI Terkait Kejahatan Alumninya Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga. (FOTO: Facebook)

DEPOK, HALUAN.CO - Seorang WNI, Reynhard Sinaga (36) dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, atas tindak perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria dalam 159 kasus. Ternyata, pria yang melakukan kejahatan seksual selama rentang waktu sekitar 2,5 tahun itu merupakan alumni Universitas Indonesia (UI).

Terkait dengan itu, UI pun ikut angkat suara. Kepala Humas dan Keterbukaan dan Informasi Publik UI, Dr Rifelly Dewi Astuti, menegaskan, pihaknya mengutuk keras kejahatan alumnusnya tersebut.

"Mengutuk perbuatan yang bersangkutan sebagai perbuatan biadab dan bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan, sekaligus ikut prihatin atas peristiwa yang dialami para korban," kata Rifelly dilansir dari Antara di kampus UI Depok, Selasa (7/1/2020).

Dia mengatakan, pihaknya menghormati putusan pengadilan Manchester, Inggris, yang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Reynhard.

Menurut dia, UI berkomitmen melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan utamanya untuk mendidik generasi muda dengan intelektualitas tinggi dan berbudi luhur.

Reynhard Sinaga datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007. Ia telah memperoleh dua gelar magister di Manchester dan tengah mengambil program doktor di Universitas Leeds saat ditangkap tahun 2017.

Pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Reynhard Sinaga dan mengharuskan dia menjalani hukuman selama 30 tahun sebelum bisa mengajukan pengampunan.

Kilah Reynhard Sinaga Sodomi Dilakukannya Atas Suka Sama Suka

Dilansir dari BBC London, persidangan kasus Reynhard Sinaga berlangsung sejak 2018 sampai 2019. Namun Pengadilan Manchester baru mengizinkan pemberitaan mengenai perkara tersebut setelah hukuman dijatuhkan untuk sidang tahap tiga dan empat pada Senin (6/1/2020).

Kedutaan besar Indonesia (KBRI) di London menghormati keputusan Pengadilan Inggris di Manchester terhadap Reynhard Sinaga.

Minister Counsellor KBRI London, Thomas Ardian Siregar, mengatakan, sejak KBRI London terus mengikuti kasus tersebut dan memastikan Reynhard Sinaga mendapat perlindungan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Inggris.

"Perlu dipahami bahwa KBRI tidak bisa mengintervensi keputusan pengadilan," katanya.