Inilah Kanker yang Intai Para Milenial, Kenali Gejalanya
Gejala kanker usus sering tidak terdeteksi (Foto: Pixabay)

JAKARTA, HALUAN. CO – Kanker menjadi salah satu momok yang menakutkan. Alasannya, kanker ini menjadi salah satu penyakit penyebab kematian. Salah satu kanker yang mudah menyerang di zaman sekarang adalah yang menyerang usus besar.  

Diketahui, usus besar adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Dikutip dari Idmtimes, sebagian besar kasus dimulai dari adanya tumor jinak dari sel yang disebut polip adenomatosa. Dan seiring waktu, polip ini bisa berubah menjadi kanker usus besar.

Kanker kolorektal (kanker yang menyerang usus besar dan rektum) terjadi pada usia di atas 50 tahun. Tapi, kanker kolon kini mulai menyerang generasi milenial yang berusia 20-29 tahun dengan peningkatan 2,4 persen, berdasarkan data yang dikumpulkan Surveillance, Epidemiology and End Result (SEER) Programme sejak pertengahan 1980-an hingga 2013.

Dan kasusnya yang meningkat pada para milenial ini cukup menantang karena diagnosis dini yang agak sulit. Jika para milenial yang memiliki gejala diare dan penurunan berat badan yang tak bisa dijelaskan, mereka sering dianggap hanya memiliki gangguan pencernaan biasa. Berikut adalah tanda-tanda gejala kanker usus besar yang wajib para milenial kenali.

1. Tidak bisa menyingkirkan refluks asam kronis

Refluk asam adalah ketika asam yang diproduksi perut malah naik ke tenggorokan. Asam dari perut bisa naik ke tenggorokan karena katup bawah esofagus tidak menutup atau tidak menutup dengan sempurna. Padahal, normalnya katup tersebut akan tertutup ketika makanan lewat. Dan jika asam dari perut naik ke tenggorokan, gejala umum yang terjadi adalah nyeri dada seperti terbakar.

Jika mengidap refluk dalam waktu lama, dan obat yang sudah diminum rasanya tidak memberikan dampak yang lebih baik, maka cobalah cek kesehatan ke tenaga kesehatan. Karena, tumor pun bisa menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan cadangan asam.

2. Mengalami sakit perut yang parah dan mendadak

Rasa sakit perut yang hebat bisa jadi pertanda akan banyak penyakit mulai dari usus buntu hingga batu empedu. Tapi, sakit perut juga pertanda ada yang menghalangi usus ketika makanan sedang dicerna dan berusaha keluar dari tubuh.

Ketika merasakan sakit perut yang hebat, segeralah ke UGD. Karena, hambatan di usus bisa menyebabkan perdarahan dan juga perforasi.

3. Selalu berurusan dengan kembung atau kram

Kenyang setelah makan besar itu normal. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah ketika perut rasanya tidak pernah kosong. Selalu terasa penuh atau bahkan kembung.

Ketidaknyamanan kronis dalam pencernaan lainnya, yang perlu diperhatikan adalah perut seperti kram atau seperti banyak gas.

4. Kekurangan zat besi dan kehilangan berat badan secara tak sengaja

Kekurangan zat besi pada tubuh bisa karena perdarahan yang terjadi di usus. Ditambah gejala lainnya seperti lelah dan lemah.

Kalau mengalami penurunan berat badan lebih dari 5 kg yang tak bisa dijelaskan, padahal tidak mencoba menurunkannya, maka hal ini juga harus diketahui oleh dokter. Jadi, jelaskan padanya saat berobat.

5. Ada darah dalam pergerakan usus

Kalau ada sedikit darah berwarna merah terang pada rektal (anus) atau pun di tinja, kemungkinannya adalah ambeien kecil atau fisura (robekan) yang tidak berbahaya. Tapi, kalau ada banyak darah berwarna hitam atau merah marun, ini bisa jadi pertanda bahwa ada pendarahan di usus besar. Maka, segeralah menuju fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Terkadang, tanda kanker usus besar tak selalu terlihat dari adanya darah di tinja. Jadi, kalau merasa sudah memiliki beberapa gejala tapi tidak ada darah di tinja, bisa melakukan tes skrining usus besar. Dalam tes tersebut, darah bisa ditemukan pada tingkat mikroskopis.

6. Kebiasaan kamar mandi kurang ideal

Setiap orang pernah mengalami konstipasi tapi kalau berkepanjangan ini bisa jadi pertanda ada penyumbatan di usus besar. Karena, pada awalnya kotoran kita bertekstur lembut dan dapat bermanuver setiap ada rintangan dalam perjalanannya di usus. Ketika menuju ke ujung usus besar, maka teksturnya pun makin padat. Nah, jika ada tumor di ujung rektum, maka kotoran yang sudah makin keras ini pun akan makin sulit untuk lewat.

Perubahan kebiasaan buang air seperti sembelit atau diare yang lebih dari empat minggu termasuk pertanda kanker usus.

7. Ketika berobat diberi perawatan 'sindrom iritasi usus' tapi merasa ada sakit yang lain

Gejala radang usus sama dengan kanker kolorektal yaitu kembung, sembelit, keram, diare, dan gas. Jadi, saat diberi pengobatan radang usus dan ternyata malah tidak sembuh, coba periksa lebih lanjut untuk mengurangi kekhawatiran akan kemungkinan kanker usus besar.

8. Kotoran terlihat aneh dan setipis pensil

Jika ada sesuatu yang menghalangi usus besar, maka kotoran pun akan terpaksa membuat bentuknya menjadi seperti pita kecil agar bisa melewati area usus yang menyempit. Jadi, setiap BAB, coba perhatikan kotoran tersebut. Karena, bentuk dan ukuran sangatlah penting.

Saat merasa kotoran tersebut bentuknya aneh atau pun berserabut, maka itu tanda tidak normal. Segeralah periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

9. Fakta lainnya tentang kanker usus besar

Perlu diketahui, faktor risiko kanker usus besar pada milenial adalah riwayat pribadi polip, gaya hidup yang tidak aktif, alkohol, diabetes, riwayat keluarga, kondisi inflamasi usus, sindrom yang diwariskan, diet rendah serat dan tinggi lemak, kegemukan, dan merokok.

Jadi, langkah pertama untuk mencegah kanker usus besar adalah dengan membiasakan gaya hidup sehat. Plus, mengenali tanda-tanda kanker usus besar.

Karena menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, risiko mengidap kanker kolorektal adalah 1 dari 20 orang dan 25 persen orang yang terdiagnosa sudah berada stadium lanjut. Dengan hanya 10-12 persen yang bisa bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Kanker kolorektal sendiri adalah penyebab kematian kedua pada pria, dan ketiga pada wanita.


Penulis: Neni Isnaeni