Inilah Perjalanan Karier dan Harta Kekayaan Ketua MA Terpilih Muhammad Syarifuddin

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Mahkamah Agung terpilih Muhammad Syarifuddin (Foto: Mahkamah Agung)

JAKARTA, HALUAN.CO - Hakim Aung Muhammad Syarifuddin resmi terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA) Ketua MA periode 2020-2025. Syarifuddin mengungguli Hakim Agung Andi Samsan Nganro yang hanya mendapat 14 suara dalam putaran kedua. 

Wakil Ketua MA bidang Yudisial ini mendapatkan 32 suara dari total 47 hakim yang mempunyai hak memilih pada Pemilihan Ketua MA tesebut.

"Terima kasih atas kepercayaan kepada saya untuk menerima tongkat estafet kepemimimpinan Ketua MA. Mulai hari ini berakhir sudah demokrasi kecil di MA. Mulai hari ini pula, saya harap tidak ada perbedaan pendapat, tidak ada dukung-mendukung di antara kita," kata Syarifuddin usai pengumuman hasil pemilihan pada Senin (6/4/2020).

"Saya tidak lebih baik dari bapak, yang mulia Hatta Ali. Beliau telah membawa kemajuan dan akan kami tingkatkan," tambah dia.

Mendengar sambutan Syarifuddin, Hatta Ali pun langsung menyampaikan pesan kepada mantan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial tersebut.

Hatta mengingatkan bahwa jabatan sebagai Ketua MA adalah sebuah amanah dan penuh tanggung jawab yang besar.

"Harus dilaksanakan sepenuh hati dan kerja keras. Maka itu, saya ucapkan selamat yang mulia Syarifuddin, sebagai ketua terpilih periode 2020-2025," kata dia.

Pemilihan Ketua Mahkamah Agung digelar dalam dua putaran. Semula ada enam calon. Pada putaran pertama, Syarifuddin mendapat 22 suara dan pesaingnya, Andi Samsan 14 suara.

Putaran kedua dilakukan karena tidak ada yang memenuhi 50 persen suara plus 1. Syarifuddin terpilih setelah mendapat suara terbanyak, yakni 32 suara dari 47 pemilih pada putaran kedua. Sementara, Andi Samsan kembali mendapat 14 suara.

Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial, Dr H Muhammad Syarifuddin SH MH, resmi terpilih sebagai Ketua MA menggantikan Muhammad Hatta Ali, yang sudah memasuki masa pensiun.

Syarifuddin terpilih sebagai Ketua MA setelah memperoleh suara terbanyak dalam putaran kedua sidang paripurna khusus pemilihan Ketua MA.


Hakim Agung Muhammad Syarifuddin Terpilih sebagai Ketua MA Gantikan Hatta Ali

Dimulai dari Kutacane

Syarifuddin memulai karirnya sebagai Hakim pada 1981. Saat itu, ia mengikuti tes CPNS untuk menjadi seorang Hakim. Setelah lulus tes CPNS, Syarifuddin memulai karirnya sebagai Hakim pertama kali di Pengadilan Negeri Kutacane pada tahun 1984 .

Pada akhir tahun 1990, Syarifuddin kemudian pindah tugas ke Pengadilan Negeri Lubuk Linggau hingga 1995. Setelah dua tahun bertugas di Pengadilan Negeri Lubuk Linggau, Syarifuddin pindah tugas kembali ke Pengadilan Negeri Pariaman.

Hingga pada tahun 1999, Ia mendapat keputusan mutasi sebagai hakim di Pengadilan Negeri Baturaja. Pada tahun 2003, ia dipromosikan sebagai hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dua tahun berkarier di Ibukota, mengantarkan hakim kelahiran Baturaja 17 Oktober 1954 ini menjadi pimpinan pengadilan.

Ia dipercaya untuk menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung periode 2005-2006. Tak berselang lama, Syarifuddin kembali diangkat untuk mengisi kursi Ketua Pengadilan Negeri Bandung periode 2006 hingga 2011.

Usai masa jabatannya habis di PN Bandung, ia mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Palembang. Tak lama, penyandang gelar Doktor Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan ini kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI.

Ia pun pantas menjadi Hakim Agung. Sukses sebagai Hakim Agung, Syarifuddin diberi amanah Ketua Kamar Pengawasan. Kurang dari satu tahun menjabat sebagai Ketua Kamar Pengawasan, H.M Syarifudin kemudian terpilih secara demokratis sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, menggantikan Prof. Dr. H. Mohammad Saleh,SH, MH yang akan purnabhakti.

Belum genap lima tahun sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Syarifuddin terpilih sebagai Ketua MA menggantikan Hatta Ali.

Laporan harta kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman e-LHKPN.kpk.go.id, Ketua MA terpilih Muhammad Syarifuddin memiliki harta kekayaan mencapai Rp3.635.205.852 atau Rp3,6 miliar.

Tercatat, Syarifudin melaporkan harta kekayaannya tersebut pada 28 Maret 2019 untuk periodik 2018.

Harta kekayaan Syarifuddin terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta bergerak terdiri dari aset berupa tanah dan bangunan yang berada di Kota Yogyakarta, Ogan Komering Ulu, Banyumas, dan dua di daerah Jakarta Selatan. Total tanah dan bangunan Syarifuddin senilai Rp2.907.152.000 atau Rp2,9 miliar.

Untuk harta bergerak, Syarifuddin tercatat memiliki alat transportasi berupa satu mobil Daihatsu Terios tahun 2008 senilai Rp 152 juta dan motor Kawasaki Ninja tahun 2005 senilai Rp 57 juta.

Total nilai kendaraan Syarifuddin mencapai Rp209 juta. Selain itu, Syarifuddin juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp39 juta.

Syarifuddin juga tercatat memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp672 juta. Namun, Syarifuddin juga tercatat memiliki utang sejumlah Rp192 juta. Sehingga, total keseluruhan harta kekayaan Syarifuddin mencapai Rp3,6 miliar


0 Komentar