Intermittent Fasting: Solusi Diet Terbaru dan Terbaik?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Intermittent Fasting Merupakan Diet Yang Tengah Populer (Sumber: BBC)

-

AA

+

Intermittent Fasting: Solusi Diet Terbaru dan Terbaik?

Neuron | Jakarta

Jumat, 03 April 2020 10:47 WIB


Bagi kalian yang telah mencoba berbagai macam diet dan suplemen – dari diet Mayo, diet Tiger, atau mungkin suplemen pengurus badan dan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, Intermittent Fasting mungkin akan menjadi solusi untuk Anda.

Intermittent fasting telah diteliti dari tahun 1997 dan telah dilaporkan memiliki banyak manfaat kesehatan. Dengan cara membatasi asupan kalori, Intermittent Fasting akan mengurangi produksi radikal bebas secara pasif di mana radikal bebas ini merupakan senyawa yang tidak baik dan harus dikeluarkan dalam tubuh kita.

Apa itu Intermittent Fasting? Secara singkat, Intermittent Fasting adalah pola makan yang memiliki siklus yang bergantian antara puasa dan makan. Pola diet ini tidak menentukan tipe makanan yang harus anda batasi namun lebih menekankan kepada kapan anda harus mengkonsumsi makanan.

Alasan tersering dan terbanyak orang-orang mulai menganut Intermittent Fasting adalah penurunan berat badan. Selain itu, keuntungan dari Intermittent Fasting adalah memperpanjang jangka hidup, memperbaiki fungsi kognitif, menurunkan resiko penyakit jantung, kanker, obesitas dan diabetes mellitus, asma, artritis, penyakit Alzheimer, dan juga mempercepat penyembuhan luka.

Bagaimana cara melakukan Intermittent Fasting? Ada beberapa cara untuk melakukan Intermittent Fasting namun semuanya memiliki prinsip yang sama – membagi hari atau minggu Anda kedalam periode makan dan puasa. Berikut adalah beberapa cara yang populer:


  • Metode 16/8 : Tidak mengkonsumsi sarapan dan membatasi makan selama 8 jam dan berpuasa selama 16 jam (Contoh: Makan pukul 13:00-21:00 kemudian berpuasa selama 16 jam)
  • Makan-berhenti-makan : Anda berpuasa selama 24 jam, sekali atau dua kali selama seminggu (contohnya dengan tidak makan malam satu hari hingga makan malam keesokan harinya)
  • Diet 5:2 : Anda hanya boleh mengkonsumsi 500-600 kali pada 2 hari yang tidak berurutan namun anda dapat makan seperti biasanya pada sisa 5 hari (Contoh: Anda mengkonsumsi 500-600 kalori pada hari Senin dan Kamis dan pada sisa hari di minggu tersebut Anda dapat makan seperti biasa)

Cara kerja Intermittent Fasting melibatkan proses hormonal dan endokrin yang sangat kompleks namun secara singkat, saat kita berpuasa lemak dalam bentuk trigliserida akan dipecah dan digunakan untuk sumber energi. Salah satu pecahan trigliserida dalam bentuk asam lemak akan dirubah oleh hati kita menjadi keton. Keton ini digunakan oleh otak sebagai sumber energi selama berpuasa dan keton memiliki efek yang sangat signifikan dalam metabolisme sistemik selama berpuasa. Selain itu, selama Intermittent Fasting, sel kita diberikan kesempatan untuk melakukan proses “reparasi” yang menurunkan resiko kita menderita kanker.

Terlepas dari banyak efek positif, terdapat beberapa efek samping dari Intermittent Fasting. Efek samping yang mungkin perlu dipikirkan adalah masalah lambung. Mengurangi intensitas makanan tentu akan bermasalah bagi yang memiliki masalah lambung. Untuk mengatasi ini disarankan untuk banyak meminum air putih, tidur dengan posisi kepala 30 derajat dan mengurangi konsumsi makanan yang berlemak dan pedas saat makan. Selain itu, efek sampng yang sering juga adalah keinginan untuk makan yang tidak tertahankan, sakit kepala, merasa lemas dan iritabilitas.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anda sebelum anda memulai Intermittent Fasting ini.

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar