IPW Duga Makelar Kasus Berkeliaran di Polda Metro Jaya
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. (Foto: Tribunrakyat)

JAKARTA, HALUAN.CO - Indonesia Police Watch (IPW) menilai, kasus dugaan pemerasan Rp1 miliar terhadap Budianto menunjukkan bahwa di lingkungan Polda Metro Jaya, patut diduga masih bebas berkeliaran makelar kasus (Markus). 

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, meminta Kapolda Metro Jaya memerintahkan Propam menuntaskan kasus Budianto secara Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya). Penuntasan itu dengan cara menangkap dan memeriksa markus A yang sempat diungkapkan Budianto saat diperiksa.

"Keberadaan markus, seperti yang diungkap Budianto tidak bisa dibiarkan dan berkembang biak. Karena sangat merusak semangat Promoter yang sudah dibangun Kapolri," kata Neta dalam keterangannya, Jumat (17/1/2020).

Menurut Neta, Kapolda Metro Jaya juga perlu memerintahkan Propam untuk segera kembali memeriksa Kasat Serse Polres Jaksel, Budianto, dan markus A.

Dengan demikan, kata dia, bisa diketahui hubungan markus A dengan Kasat Serse serta perwira di Polda Metro Jaya yang menjadi jaringan markus A. Selain itu, Kapolda Metro Jaya perlu mengevaluasi kinerja Kapolres Jaksel karena kurang mengontrol kinerja anak buah.

"Seperti pengakuan Budianto, markus A ini menjanjikan bisa menyelesaikan kasusnya. ‘Kalau kamu bisa sediakan Rp 1 M nanti saya bilang Pak Kasat’, kata Budi menirukan pembicaraannya kala itu dengan A (seperti dimuat Detikcom Selasa 14 Jan 2020),” ujar Neta.

Sebelumnya, Budianto Tahapary sudah mengirimkan surat kepada Kapolda Metro Jaya, dengan No: 009/PPKH_PID.B/XII/2019 tgl 16 Desember 2019 tentang Permohonan Perlindungan dan Kepastian Hukum. Surat tersebut diterima Korsepri Kapolda Metro Jaya.

Dalam point C suratnya, Budianto menjelaskan bahwa Kasatserse Dr Andi Sinjaya SH SIK MH pada Senin 24 Desember 2018 saat berjumpa di Coffee Club Pasific Place meminta nominal rupiah yang sangat fantastis besarnya, yaitu sebesar Rp 1 miliar.

Namun saat diperiksa Propam, Budianto mengatakan, yang meminta uang kepadanya bukan Kasat Reskrim tapi markus A. Keberadaan Markus ini juga diungkapkan Budianto saat diperiksa Propam.

Dari penuturan Budianto itu terungkap bahwa markus masih bergentayangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya di Polres Jaksel.

IPW menilai keberadaan markus ini tidak boleh dibiarkan dan harus dibersihkan, dengan cara ditangkap dan diperiksa Propam, untuk kemudian diperiksa Reserse agar diproses hukum ke pengadilan. Hal itu bertujuan agar kinerja Polda Metro Jaya bisa benar-benar Promoter.

“Jika Kapolda Metro Jaya membiarkannya sama artinya konsep Promoter Kapolri dikangkangi oleh bawahannya,” tukasnya.