Irwan 'Pantun' Prayitno, Gubernur Multitalenta
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Foto: Instagram)

Sebelum menjadi anggota DPR RI tiga periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), IP adalah seorang pendakwah, dosen dan guru besar di bidang psikologi di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

DATUAK Rajo Bandaro Basa Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi, M.Sc adalah kepala daerah yang unik dengan kemampuan yang komplet. Keunikannya, ia suka sekali berpantun dan kerap membuka acara dengan pantunnya yang dibuat secara spontan.

Sejak menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat yang kedua kali tahun 2016, sudah lebih dari 30 ribu pantun yang diciptakan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Irwan Prayitno yang biasa dipanggil IP juga mencoba menularkan budaya pantun sebagai tradisi lokal kepada masyarakat melalui lomba dan festival pantun.

Tak hanya berpantun, anak pasangan Sudarni Sayuti (alm) dari Kuranji, Padang dan Djamrul Djamal dari Simabur, Tanah Datar itu juga seorang drummer andal. IP pernah satu panggung memperlihatkan kepiawaiannya menggebuk drum dengan Gilang Ramadhan dan Eki Soekarno pada acara ‘Indonesia Drums and Percussions Festival’ di Padang pada Juni 2014 lalu.

Irwan juga punya grup ‘IP Band’ dan kerap menghibur masyarakat dalam beberapa kesempatan. Kemampuannya di bidang seni tak hanya menabuh drum, tapi juga bernyanyi dan menciptakan lagu.

Meski jago berpantun dan menabuh drum, tapi jangan sangka IP hanya menguasai kemampuan seni. Berkebalikan dengan itu, ia punya hobi ekstrem mengendarai motocross trabas. Bila diperlukan, ayah sepuluh orang anak itu melakukan kunjungan kerja ke daerah terpencil yang belum terjangkau kendaraan roda empat, dengan sepeda motor trabas.

Kita sungguh-sungguh, kita sukses... -Irwan Prayitno

Selain itu, IP adalah seorang pemegang sabuk hitam DAN 4 dari Inkanas. Ia sudah belajar karate semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sampai saat ini, ia masih rajin latihan karate di waktu luangnya.

IP juga seorang cerdas yang telah membuat sekitar 400 karya tulis dan artikel yang dimuat di surat kabar serta menulis 34 buku. Karena kecerdasannya, ia menamatkan S2 dan S3 di Universiti Putra Malaysia dengan predikat cumlaude meski di saat bersamaan harus bekerja menafkahi keluarga dan sudah mulai aktif berpolitik.

Sebelum menjadi anggota DPR RI tiga periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), IP adalah seorang pendakwah, dosen dan guru besar di bidang psikologi di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Pada tahun 2020 ini, IP akan menyelesaikan bulan-bulan terakhir jabatannya sebagai gubernur Sumbar. Suami dari Nevi Zuairina itu memulai jabatannya sebagai gubernur Sumbar pertama kali hanya beberapa bulan usai gempa dahsyat 2009 yang memporakporandakan sejumlah daerah di Sumatera Barat. Terutama di Kota Padang, gedung pemerintahan banyak yang ambruk. Irwan dan wakilnya, Muslim Kasim (alm) bahkan hanya dilantik di gedung darurat DPRD Sumbar karena kantor Gubernur Sumbar yang rusak berat.

Rehab dan rekonstruksi pascagempa dan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat menjadi tugas berat di awal kepemimpinan Irwan, hingga akhirnya Sumbar, terutama Kota Padang bisa kembali tertata dan menggeliat. Di akhir-akhir jabatannya, meski digoyang dengan hak interpelasi dari DPRD Sumbar terkait kunjungan kerja ke luar negeri yang dinilai berlebihan, tapi IP telah membuktikan kemajuan pembangunan di Sumatera Barat, baik fisik maupun nonfisik.

Irwan juga sering memotivasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersungguh-sungguh dalam hal apapun hingga menguasai apa yang diinginkan.

“Kita sungguh-sungguh, kita sukses...,” demikian pesan yang sering diingatkan Irwan Prayitno. (Melda Riani)