ITS Ciptakan Robot VIOLETA untuk Sterilkan Ruangan Isolasi COVID-19
Tim Robot VIOLETA dari ITS yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa bersama Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc PhD (paling kanan). (Foto: Ist)

SURABAYA, HALUAN.CO - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya menciptalan teknologi inovasi untuk penanganan wabah virus corona (COVID-19).

Inovasi yang mereka hasilkan berupa robot Ultra Violet ITS-Airlangga (VIOLETA) yang berguna memudahkan proses sterilisasi ruangan untuk perawatan pasien COVID-19.

Mengapa ini penting: Robot VIOLETA ini memiliki manfaat yang mampu mensterilkan ruang isolasi yang telah digunakan atau area yang pernah dipakai dalam penanganan COVID-19 tanpa melibatkan manusia secara langsung.

Konteks: Alat ini diciptakan untuk membantu pihak rumah sakit dalam mensterilkan ruang isolasi yang dipakai untuk perawatan pasien COVID-19.

Apa katanya: "Ide diciptakannya robot VIOLETA ini bermula saat beberapa dosen ITS berhasil melakukan riset penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme," kata Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD seperti ditulis di website ITS, Minggu (26/4/2020).

Alasan lain diciptakannya robot ini untuk menghindari kontak fisik dengan paparan sinar UV karena sangat berbahaya apabila mengenai manusia secara langsung.

Cara kerjanya:

• Robot ini efektif digunakan pada jarak 1- 2 meter terhadap objek dengan membutuhkan waktu 10-15 menit untuk melakukan sterilisasi secara sempurna.

• Robot VIOLETA ini menggunakan lampu UV yang dikendalikan melalui jarak jauh berbasis wireless control.

• Lampu UV yang digunakan robot dikendalikan dengan remote control memiliki panjang gelombang sebesar 200-300 nanometer (nm).

• Lampu UV yang sebesar 30 watt ini lebih aman secara kesehatan daripada menggunakan bahan disinfektan. Tidak ada sisa bahan kimia yang tertinggal setelah dilakukannya proses sterilisasi.

“Secara praktik dan teori, kisaran panjang gelombang tersebut dapat membunuh mikroorganisme dengan baik,” kata salah seorang tim peneliti VIOLETA, Endarko MSi PhD.

Teknologi yang digunakan:

• Robot ini memiliki berat 30 kilogram menggunakan platform dasar dari robot sepakbola ITS yang bernama IRIS seperti halnya yang digunakan pada robot RAISA sebelumnya.

• Tidak hanya itu, robot VIOLETA juga menggunakan inverter untuk mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik yang nantinya akan menghidupkan lampu UV.

Empat WNA Asal India Positif COVID-19 di DIY

“Robot ini dapat digunakan selama 4 sampsi 6 jam ketika lampunya dinyalakan,” jelas Achmad Zidan Akbar, mahasiswa Departemen Teknik Informatika angkatan 2018 ini yang menjadi salah satu programmer tim robot VIOLETA.

ITS akan segera mengirimkan robot VIOLETA setinggi 1,5 meter ini ke RSUA, setelah dilakukannya uji mikrobial di laboratorium yang ada di Departemen Biologi ITS.

“Sementara ini ITS memberi satu robot saja kepada RSUA, karena robot ini mobilitasnya sangat cepat dan mudah,” kata Bambang.


0 Komentar